Adapun jenis layanan yang diberikan, Fajri mengemukakan terdapat lebih dari dua puluh pemeriksaan, seperti pada bayi baru lahir meliputi: pemeriksaan kekurangan hormon tiroid, kekurangan enzim pelindung sel darah merah, kekurangan hormon adrenalin,kelainan saluran empedu, dan pertumbuhan.
Dewasa usia 18-59 tahun meliputi: merokok, tingkat aktivitas fisik, status gizi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, resiko stroke, resiko jantung, kesehatan jiwa, kanker usus, mata, telinga, gigi, penyakit paru obstruktif, kanker payudara, kanker leher rahim, hepatitis B dan C, HIV, sifilis, sirosis hati.
Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari PDIP, Syaifuddin, terseret kasus ujian perangkat desa.
Kemudian pada lansia usia >60 tahun meliputi: geriatri, merokok, tingkat aktifitas fisik, status gizi, gigi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, resiko stroke, resiko jantung, kanker paru, penyakit paru obstruktif, kanker usus, kanker payudara, kanker leher rahim, kesehatan jiwa, hepatitis B dan C.
Melalui layanan tersebut, dirinya berharap agar semua masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan baik, karena sangat penting untuk melalukan deteksi dini penyakit. ( Kd-Kominfo)












