Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

SDP : Pancasila Lahir Tanpa Akhir , Bukan Sekedar Ideologi Tapi Nafas Bangsa Yang Wajib Dijaga

Mulyadi Memo
×

SDP : Pancasila Lahir Tanpa Akhir , Bukan Sekedar Ideologi Tapi Nafas Bangsa Yang Wajib Dijaga

Sebarkan artikel ini

” Pancasila lahir tanpa akhir, ini bukan sekedar filosofi namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. Baik hubungan antar manusia dan sang pencipta,” tuturnya juga.

Menenggok peradaban kehidupan masyarakat dulu dengan masyarakat era digital seperti sat ini masih kata SDP bisa diibaratkan seperti jarak planet bumi dengan matahari.

Baca Juga: SDP Terima Bantuan 1 Ekor Hewan Kurban Dari PDIP Jatim , Begini Ungkapan SDP ...

Kalau pemahaman orang terdahulu, sangat paham bagaimana konsep hubungan kemanusiaan, karena dengan spirit, spiritualnya sudah tinggi,maka saling menghormati, saling menghargai antar manusia.

” Ini pemahaman matang. Sehingga untuk mencapai persatuan dan kesatuan sebuah bangsa modalnya kesadaran akan pentingnya saling menghargai dan saling menghormati. Termasuk membudayakan bermusyawarah bersama sehingga sehingga terciptalah keadilan sosial ,” imbuhnya.

Baca Juga: Menjunjung Tinggi Nilai Kebersamaan Dan Kemanusiaan , Tahun Ini DPD LDII Nganjuk Kurban 269 Sapi dan 424 Kambing

Rumusan Pancasila masih kata SDP merupakan pemikiran yang luar biasa dari proses galian yang sudah ada di dalam pondasi budaya kita sehingga Pancasila tidak saja sekedar ideologi bangsa tetapi Pancasila merupakan pondasi akar budaya yang sudah ada menjadi jati diri nasionalisme orang orang Nusantara.

Dalam falsafah Pancasila juga mengajarkan orang Nusantara ini sudah senang gotong royong, orang tua kita, leluhur kita dulu sudah sering bergotong royong mengajarkan kepada kita tentang bagaimana spirit gotong royong,

Baca Juga: Ngontel Kertosono – Prambanan, Heri Koko dan Doni Jadi Sumber Inspirasi Keluarga Besar KOSTI Nganjuk

” Nah, sekarang seperti apa kita, mari kita jadikan koreksi untuk kita semua bangkitkan sikap toleransi dan musyawarah juga kerakyatan atau kebersamaan untuk mencapai titik tertinggi yaitu keadilan,” pungkasnya. ( Adi)