“Berangkat udah lengkap. Selain masker, kami juga pakai sarung tangan, pakaian berlapis, dan alas kaki tertutup,” ungkapnya. Sebelum masuk mobil, Budi pun menyemprot belanjaan dan dirinya dengan disinfektan.
Berburu bahan makanan tak cuma di pasar. Dua juru masak itu juga blusukan demi mencari bahan makanan dengan kualitas dan harga terbaik. Khusus keju mozzarella, misalnya, Budi mendatangkan langsung dari pabrik. Dia sempat menjajal keju yang dibeli di swalayan, mulai beragam merek hingga range harga.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
’’Pas disajikan untuk topping dan dimakan bareng dish utama, rasanya terlalu asin. Makanya, saya beli langsung (dari pabrik). Memang harus beli banyak, tapi harganya lebih baik. Dan cocok dengan masakan saya,” ungkapnya.

Chris juga punya cerita sendiri. Dia mengunjungi kota tetangga untuk mencari ayam kampung. Dia pernah menyisir Gresik hingga Blitar. ’’Pernah saya ke Kasembon, harganya tinggi sekali. Pas Lebaran, satu ayam ditawarkan Rp 65 ribu. Pusing saya,” ungkapnya.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Dia pun pernah melipir ke peternakan ayam kampung di Blitar. Namun, harganya belum cocok. Chris mendapatkan penyuplai ayam di Gresik. ’’Satu kampung memang orangnya pelihara ayam kampung. Tiap pukul 03.00 saya berangkat, ngumpulin ayam, lalu dibawa ke RPH. Sampai di rumah, siap masak,” ungkapnya.












