Para juru bicara TikTok menyatakan bahwa mereka mengembangkan Creativity Program baru berdasarkan pembelajaran dari Creator Fund sebelumnya dan masukan dari komunitas untuk meningkatkan pengalaman pengguna TikTok.
Dalam perspektif bisnis, mendorong konten yang lebih panjang bisa menjadi langkah yang tepat. Lebih mudah memonetisasi konten yang panjang dengan berbagai kemungkinan iklan. Konsumen juga lebih cenderung menonton iklan untuk video berdurasi lebih dari satu menit.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
TikTok juga menjadi tempat para kreator menggunakan klip pendek, yang dipasangkan dengan algoritme penemuan platform ini, untuk mengarahkan pemirsa ke konten yang lebih panjang di platform lain seperti YouTube.
Namun, ada keraguan tentang bagaimana reaksi pengguna terhadap perubahan ini karena daya tarik TikTok selama ini adalah video-video pendeknya yang menggoda untuk dilihat.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Reaksi Terhadap Perubahan Durasi Video TikTok: Antara Kekecewaan Kreator dan Potensi Bisnis
Perubahan durasi konten video TikTok memunculkan reaksi beragam. Meskipun berusaha memperpanjang durasi video hingga 15 menit, langkah TikTok menuai kekecewaan dari sebagian kreator.
Keputusan untuk menghentikan Creator Fund dan mendorong kreator bergabung dengan Creativity Program baru menimbulkan keraguan, terutama terkait dengan identitas platform. Banyak yang khawatir bahwa perubahan ini akan merusak daya tarik TikTok yang awalnya terkenal dengan video berdurasi pendek yang menarik.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Meskipun demikian, TikTok melihatnya sebagai langkah bisnis yang potensial untuk meningkatkan monetisasi konten dengan durasi lebih panjang.












