Dan yang ketiga, pentingnya adanya kawasan-kawasan yang didedikasikan secara khusus untuk industri berbasis halal serta untuk memfasilitasi investasi dalam sektor ini.
Langkah Strategis: National Halal Fund dan Kawasan Industri Halal
Pemerintah juga telah aktif mendorong perkembangan industri halal di Indonesia melalui pembangunan Rantai Nilai Halal yang terintegrasi dengan Sistem Jejak Halal dan Sistem Jaminan Halal. Mulai dari tahap penelitian dan pengembangan hingga produksi, distribusi, penjualan, serta pemasaran baik di pasar domestik maupun internasional.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Diharapkan bahwa Indonesia, sebagai bagian dari Rantai Nilai Halal Global, dapat memimpin dalam penyelenggaraan Sistem Jejak Halal dan Sistem Jaminan Halal yang dapat dipercaya.
Airlangga juga menekankan bahwa peluang dalam industri halal di kawasan khusus dapat didorong melalui pembangunan kawasan yang secara khusus ditujukan untuk menampung seluruh jenis industri halal atau dengan mengembangkan klaster industri halal di wilayah khusus yang telah ada.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Saat ini, telah ada tiga Kawasan Industri Halal yang dibangun di Provinsi Banten, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau. Kawasan-kawasan ini dapat menjadi dasar awal bagi Indonesia dalam upayanya untuk menjadi pusat industri halal global dan memacu pertumbuhan industri berbasis syariah di dalam negeri.
Terakhir, Airlangga menegaskan pentingnya industri halal sebagai landasan ekonomi. Indonesia tidak hanya harus berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen produk halal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Indonesia, Potensi Besar dalam Dunia Industri Halal: Peluang dan Tantangan
Namun, untuk mewujudkan potensi ini, Indonesia juga harus menghadapi beberapa tantangan. Dibutuhkan peningkatan kualitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan dukungan pembiayaan syariah serta pembangunan kawasan industri halal yang efisien.
Dalam rangka mencapai standar global, penting untuk menerapkan Sistem Jejak Halal dan Sistem Jaminan Halal yang dapat dipercaya. Kesuksesan dalam industri halal akan menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam penyediaan produk halal, baik untuk pasar domestik maupun internasional, dan mengubahnya dari konsumen menjadi produsen utama.












