Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Birokrasi

Ini Rahasia Kemenkop-UKM Dongkrak Fesyen Lokal Bersama IFI!

Alfi Fida
×

Ini Rahasia Kemenkop-UKM Dongkrak Fesyen Lokal Bersama IFI!

Sebarkan artikel ini
Ini Rahasia Kemenkop-UKM Dongkrak Fesyen Lokal Bersama IFI!
Ini Rahasia Kemenkop-UKM Dongkrak Fesyen Lokal Bersama IFI!

MEMO

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) bersama dengan Institut Francais d’Indonesie (IFI) dan Pintu Inkubator telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) guna mengembangkan sektor fesyen di kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.

Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Dengan dukungan dari Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, serta kerjasama dengan Duta Besar Prancis dan para desainer dari Prancis, MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, SDM, pemasaran, dan branding di industri fesyen Indonesia.

Kemitraan ini juga membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM fesyen lokal untuk memperluas pasar dan menjadi bagian dari ekosistem fesyen global yang profesional.

Baca Juga: Menteri PU Dody Hanggodo Berang Proyek Sekolah Rakyat di Nganjuk dan Kota Kediri Lamban, Beredar Isu Gratifikasi

Kerjasama Kemenkop-UKM, IFI, dan Pintu Inkubator Dukung Fesyen Lokal

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) bekerja sama dengan Institut Francais d’Indonesie (IFI) dan Pintu Inkubator telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan untuk mengembangkan produk, mempromosikan, dan memperluas pasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di bidang fesyen.

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan di Kantor Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, pada Selasa (25/7). Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM (Menkop-UKM) Teten Masduki, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, serta perwakilan dari Institut Francais d’Indonesie dan Pintu Inkubator.

Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri

Menkop-UKM, Teten Masduki, memberikan apresiasi atas inisiatif dari Institut Francais d’Indonesie dan Pintu Inkubator dalam upaya mendorong pengembangan sektor fesyen di Indonesia.

Menurutnya, untuk mengembangkan fesyen di Indonesia, diperlukan perbaikan di berbagai sektor seperti kreativitas, Sumber Daya Manusia (SDM), teknik pemasaran, dan branding.

Teten berharap MoU yang ditandatangani dapat membuka peluang kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis untuk mendukung pengembangan fesyen di Indonesia dan meningkatkan citra Indonesia sebagai pusat fesyen berkualitas yang diakui di dunia.

Salah satu bentuk kerja sama yang diharapkan adalah mentorship oleh para desainer dari Prancis kepada pelaku UMKM di bidang fesyen di Indonesia.

Teten juga berharap bahwa Pintu Inkubator akan membantu meningkatkan brand lokal dengan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi UMKM fesyen Indonesia untuk memperluas pasar dan memperkuat branding mereka.

Pengembangan Fesyen Indonesia Menuju Tingkat Global Berkat MoU Kemenkop-UKM dan IFI

Sebagai bagian dari upaya branding Indonesia sebagai pusat fesyen, Pemerintah sedang mempromosikan Indonesia sebagai pusat modest fesyen dunia, termasuk melalui program Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTION FEST).

Diharapkan bahwa MoU yang ditandatangani hari ini juga akan mendukung program IN2MOTION FEST dengan dukungan dari para desainer Prancis.

Teten berharap kerja sama ini dapat mencapai hasil yang diinginkan dan mendorong percepatan pengembangan sektor fesyen di kalangan UMKM. MoU ini berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang atau diperbaharui sesuai kesepakatan para pihak yang terlibat.

Sebelumnya, Theresia Mareta, Inisiator Pintu Inkubator, menjelaskan bahwa lebih dari 500 brand lokal telah mendaftar untuk mengikuti program Pintu Inkubator tahun 2023. Setelah melalui proses kurasi, terpilih 12 brand yang akan mengikuti proses inkubasi selanjutnya.

Theresia berharap akan terjadi pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antara desainer fesyen Indonesia dan Prancis, sehingga terjalin hubungan kolaborasi yang saling menguntungkan.

Para desainer Indonesia sangat tertarik untuk memahami ekosistem pasar global, termasuk standar produk internasional dan dinamika industri serta bisnis fesyen di tingkat global.

Dengan adanya MoU ini, Theresia meyakini bahwa Pintu Inkubator akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan ekosistem fesyen global yang lebih profesional dan menjadi bagian dari industri fesyen global.

Selain itu, kesepakatan ini juga memungkinkan untuk mempromosikan karya mereka, serta memperkenalkan perajin dan pelaku UMKM fesyen Indonesia di tingkat internasional.

Kerja Sama Kemenkop-UKM dengan IFI dan Pintu Inkubator Dorong Pengembangan Fesyen Lokal di Indonesia

Melalui MoU ini, Theresia Mareta, Inisiator Pintu Inkubator, berharap terjadi pertukaran pengetahuan dan pembelajaran antara desainer fesyen Indonesia dan Prancis, sehingga terjalin hubungan kolaborasi yang saling menguntungkan.

Hal ini menjadi kesempatan emas bagi lebih dari 500 brand lokal yang tergabung dalam program Pintu Inkubator 2023, di mana 12 brand terpilih akan mengikuti proses inkubasi.

Dukungan dari Pemerintah untuk mengenalkan Indonesia sebagai pusat modest fesyen dunia melalui program Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTION FEST) juga menjadi bagian dari kerja sama ini.

Dengan demikian, kolaborasi antara Kemenkop-UKM, IFI, dan Pintu Inkubator diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong percepatan pengembangan sektor fesyen di kalangan UMKM Indonesia, serta memperkuat citra Indonesia sebagai pusat fesyen berkualitas yang diakui dunia.