“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan pupuk petani terjamin menjelang musim tanam. Saat ini, distribusi pupuk berjalan lancar, dan tidak ada kelangkaan,” katanya.
Yusril Iswandi, pemilik kios pupuk di Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, mengkonfirmasi bahwa distribusi pupuk subsidi dari distributor ke kios-kios masih berjalan lancar.
Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam
Ia juga menjelaskan bahwa sistem penyaluran pupuk subsidi dari kios ke petani berjalan tertib karena ada buku pengendali.
Petani menerima alokasi pupuk sesuai dengan pengajuan yang mereka ajukan dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani). Mereka juga segera mengambil alokasi pupuk ketika stoknya tiba.
Baca Juga: Berjalan dari Bali, Puluhan Biksu Asia Tenggara Ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang
“Pelayanan di kios kami sangat efisien. Petani yang datang harus membawa blangko dan fotokopi KTP saat mengambil pupuk subsidi. Pengiriman pupuk tergantung pada permintaan. Di tempat saya, setiap pengiriman biasanya mencapai 10 ton, terdiri dari 5 ton urea dan 5 ton Phonska,” tambahnya.












