PT Uni-Charm Indonesia Tbk juga telah memasang PLTS mulai dari Factory 1 di Karawang pada tahun 2022, kemudian diikuti oleh East Java Factory dan PT Uni-Charm Non-Woven Indonesia yang terletak di Jawa Timur pada tahun 2023.
Presiden Direktur, Takumi Terakawa menyatakan bahwa Uni-Charm memiliki semboyan “Ethical Living for SDGs”, yang bertujuan untuk mewujudkan 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan melakukan tindakan kebaikan sehari-hari. Pemasangan PLTS dan pembelian REC merupakan bagian dari semboyan tersebut, di mana perusahaan secara proaktif berusaha untuk maksimal menggunakan energi terbarukan. Uni-Charm juga memiliki target untuk menggunakan 100% energi terbarukan pada tahun 2030.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Sebagai mitra dalam pemasangan PLTS, Eka Himawan, Managing Director Xurya menyatakan keterlibatan perusahaannya dalam komitmen PT Uni-Charm Indonesia Tbk untuk menjaga lingkungan dan masa depan melalui upaya-upaya ramah lingkungan, termasuk pemasangan PLTS Atap di ketiga pabrik perusahaan tersebut. Menurut Himawan, pemasangan PLTS Atap ini merupakan proyek terbesar di Indonesia, khususnya di sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods).
Mewujudkan Komitmen: PT Uni-Charm Indonesia Tbk Memimpin Perubahan Menuju Lingkungan yang Lebih Baik.
PT Uni-Charm Indonesia Tbk telah menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan pemasangan PLTS dan pembelian REC, menyumbang pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan memindahkan produksi energi ke sumber yang lebih ramah lingkungan, mereka berhasil mengurangi lebih dari 14.000 ton CO2 setiap tahunnya.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Langkah ini sejalan dengan semboyan perusahaan, “Ethical Living for SDGs”, yang menegaskan komitmen mereka terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui kolaborasi dengan mitra seperti Xurya, PT Uni-Charm Indonesia Tbk telah mewujudkan proyek PLTS terbesar di Indonesia, menandai kontribusi signifikan mereka dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dalam industri FMCG.












