NGANJUK, MEMO – Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jendral Tanaman Pangan tampaknya tidak pernah patah arang berinovasi di bidang teknologi modern yang bertujuan untuk kepentingan peningkatan ekonomi petani. Termasuk pencapaian program swasembada pangan secara nasional.
Salah satu program yang lagi in di dunia pertanian saat ini adalah Listrik Masuk Sawah ( LMS). Dengan hadirnya program LMS tersebut mendapat sambutan hangat khususnya masyarakat petani.
Lantas apa saja kelebihan program listrik masuk sawah ini ? Begini pengakuan sejumlah petani di Kabupaten Nganjuk tepatnya berada di Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot.

Baca Juga: Harisun : BULOG Siap Bayar GKP Petani Tepat Waktu, Asal Laporan Tidak Dadakan
Bicara asas manfaat LMS, petani di desa tersebut saat diwawancarai para awak media mengaku sangat menguntungkan petani. Salah satunya mengurangi biaya operasional petani hampir 50% dari sebelumnya menggunakan mesin desel.
” Dengan hadirnya program ini sangat menghemat pengeluaran biaya operasional. Sudah tidak lagi keluar biaya pembelian solar, bensin juga sewa desel dan upah pekerja. Cukup pakai sanyo listrik, kebutuhan air irigasi untuk tanaman sudah tercukupi,” ucap Basori salah satu petani asal Desa Kelutan Ngronggot.
Hal senada disampaikan Sekertaris Desa ( Sekdes ) Desa Kelutan, Zainal Arifin menjelaskan secara umum dengan program ini bertujuan untuk meringankan beban BOP petani untuk kebutuhan irigasi.

” Dengan menggunakan pompa air listrik terbukti bisa mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi kebutuhan air dibandingkan menggunakan pompa bensin. Khususnya jika memasuki musim kemarau petani tidak akan merogoh kocek terlalu dalam,” terang Sekdes.
Masih kata Sekdes, program ini juga bermanfaat untuk meningkatkan produktifitas pertanian karena proses pengairan sawah lebih mudah.
Disinggung pula oleh Sekdes, dengan hadirnya program ini ,PLN memainkan peran penting. Mulai dari survei lokasi, pemasangan jaringan listrik dan memberikan tarif listrik yang terjangkau bagi petani.
Untuk diketahui, Kementrian Pertanian juga mendorong program listrik masuk sawah untuk mendukung modernisasi dan mekanisme pertanian. Termasuk penggunaan alat alat pertanian yang menggunakan listrik.( Adi)












