NGANJUK, MEMO – Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jendral Tanaman Pangan tampaknya tidak pernah patah arang berinovasi di bidang teknologi modern yang bertujuan untuk kepentingan peningkatan ekonomi petani. Termasuk pencapaian program swasembada pangan secara nasional.
Salah satu program yang lagi in di dunia pertanian saat ini adalah Listrik Masuk Sawah ( LMS). Dengan hadirnya program LMS tersebut mendapat sambutan hangat khususnya masyarakat petani.
Baca Juga: Pajak Minerba Beku, PAD Nganjuk Kecolongan Ratusan Juta
Lantas apa saja kelebihan program listrik masuk sawah ini ? Begini pengakuan sejumlah petani di Kabupaten Nganjuk tepatnya berada di Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot.

Baca Juga: Sambut Datangnya Bulan Suci Ramadan, Warga Tirtobinangun Resik Resik Dan Bangun Pagar Makam
Bicara asas manfaat LMS, petani di desa tersebut saat diwawancarai para awak media mengaku sangat menguntungkan petani. Salah satunya mengurangi biaya operasional petani hampir 50% dari sebelumnya menggunakan mesin desel.
” Dengan hadirnya program ini sangat menghemat pengeluaran biaya operasional. Sudah tidak lagi keluar biaya pembelian solar, bensin juga sewa desel dan upah pekerja. Cukup pakai sanyo listrik, kebutuhan air irigasi untuk tanaman sudah tercukupi,” ucap Basori salah satu petani asal Desa Kelutan Ngronggot.
Baca Juga: Miris !!!, Ibu Hamil Melahirkan Dua Bayi Kembar Di Bak Mobil Pickup












