Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
JatiminspirasiPeristiwa

Program Galeri Inklusi: Meningkatkan Wisata Inklusif di Desa Arjasa

Avatar
×

Program Galeri Inklusi: Meningkatkan Wisata Inklusif di Desa Arjasa

Sebarkan artikel ini
Program Galeri Inklusi Meningkatkan Wisata Inklusif di Desa Arjasa

MEMO, Jember: Desa Arjasa telah merencanakan dan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa serta Program Studi Perjalanan Wisata dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Jember untuk menghadirkan Program Galeri Inklusi.

Program ini bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Ketua Fordispena, Ahmad Yasin, memimpin kegiatan perencanaan yang melibatkan diskusi mengenai fasilitas pendukung dan pelatihan khusus untuk pengunjung berkebutuhan khusus, seperti jalur braille dan galeri karya penyandang disabilitas.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan sumber daya manusia penyandang disabilitas, tetapi juga pada perekonomian mereka di Desa Arjasa.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Fasilitas Pendukung Pengunjung Berkebutuhan Khusus di Desa Arjasa

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Arjasa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa sedang merencanakan Program Galeri Inklusi yang akan dilaksanakan bersama dengan Program Studi Perjalanan Wisata dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Jember pada Kamis, 29 Juni 2023.

Destinasi Wisata di Desa Arjasa yang Mendukung Program Galeri Inklusi

Dalam kegiatan perencanaan ini, Ketua Fordispena Ahmad Yasin memimpin diskusi mengenai fasilitas sarana dan prasarana yang akan didukung untuk pengunjung dengan kebutuhan khusus, serta sumber daya manusia yang akan bertanggung jawab dalam melayani pengunjung tersebut.

Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini

Beberapa hal yang dibahas antara lain adalah jalur braille, pelatihan khusus untuk pengunjung tunarungu dan tunawicara, serta pembuatan galeri khusus untuk karya-karya teman-teman penyandang disabilitas yang ada di Desa Arjasa yang tergabung dalam Fordispena.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia penyandang disabilitas, sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi yang melibatkan mereka di Desa Arjasa,” ungkap Ahmad Yasin.

Respon yang sangat positif dari kalangan akademisi Universitas Jember terhadap rencana kegiatan ini menjadi dorongan dalam pengembangan destinasi wisata yang inklusif.

Selama ini, aspek inklusi masih kurang diperhatikan dalam industri pariwisata di desa. Oleh karena itu, Desa Wisata Adat Arjasa memulai kegiatan ini sebagai langkah awal dalam meningkatkan jumlah pengunjung ke Desa Wisata Adat Arjasa.

Peran aktif akademisi dalam melakukan kajian dan analisis awal untuk menentukan rencana fasilitas juga dianggap penting karena hasilnya sesuai dan dapat diukur.

“Diskusi mengenai perencanaan Program Galeri Inklusi yang akan dirancang dan dibangun di beberapa destinasi wisata Desa Arjasa, antara lain di Wisata Citra Mandiri Waterpark, Sendang Tirta Amertha Rajasa, Situs Calok, dan Sanggar Seni Desa Arjasa,” tambah Ahmad Yasin.

Ahmad Yasin menyatakan bahwa kemajuan destinasi Desa Wisata Adat Arjasa tidak terlepas dari peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke sana.

Hal yang menjadi perhatian Pokdarwis Desa Arjasa dan Badan Usaha Milik Desa Arjasa adalah memberikan nilai tambah kepada pengunjung, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Oleh karena itu, sarana dan prasarana pendukung harus dipersiapkan dengan baik, sesuai dengan kebutuhan di setiap destinasi yang ada di Desa Arjasa.

Perencanaan Program Galeri Inklusi di Desa Arjasa merupakan langkah awal dalam meningkatkan destinasi wisata inklusif di desa tersebut.

Melalui kerjasama dengan akademisi dan pihak terkait, Desa Arjasa berkomitmen untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang maksimal bagi pengunjung dengan kebutuhan khusus.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke Desa Wisata Adat Arjasa, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengunjung melalui pengalaman wisata yang inklusif.

Dengan demikian, Desa Arjasa berharap dapat mendorong perekonomian dan memperkuat sektor pariwisata yang ramah inklusi bagi penyandang disabilitas.