Seperti yang diberitakan sebelumnya, jebloknya prestasi KONI Kabupaten Blitar di ajang Porprov IX Jatim 2025, tengah mendapat sorotan tajam masyarakat. Peningkatan jumlah anggaran menjadi Rp 2,7 miliar pada tahun 2025, nyatanya tak mampu mendongkrak prestasi. Alhasil, target 7 besar gagal dicapai.
Polemik kian pelik saat rangkap jabatan Beky, yang juga menjabat sebagai wakil bupati, digadang-gadang jadi biang kerok jebloknya prestasi KONI Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Tak Mau Maju Lagi, Agus Zunaidi Buka Jalan Regenerasi di PPP Kota Blitar
Publik kini menuntut KONI Kabupaten Blitar untuk berbenah dan melakukan evaluasi total. Publik meminta olahraga dikelola secara profesional tanpa tumpang tindih kepentingan politik.
Rencana evaluasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i. Menurut politisi PKB tersebut, Dispora dan KONI harus dievaluasi sebagai pertanggungjawaban atas turunnya prestasi olahraga Kabupaten Blitar di tingkat regional.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
“Harus dievaluasi dibandingkan antara prestasi dan anggarannya. Paling tidak harus dievaluasi dengan anggaran besar malah jeblok,” tegas Rifai’i. **












