Polres Blitar menekankan pendekatan humanis dalam setiap aksi, sehingga tercipta suasana yang kondusif dan penuh rasa saling menghargai.
Sebagai bentuk pelayanan, massa aksi juga diberikan makanan dan minuman oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi peserta aksi tetap sehat, serta menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan.
Baca Juga: Satu Komando! PSHT Blitar Tegaskan Legalitas, Dorong Forkopimda Ambil Langkah Nyata
Dalam aksinya, massa menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain:
- Membentuk Badan Reformasi Agraria yang diketuai oleh Presiden RI.
- Menuntaskan permasalahan agraria di wilayah Kabupaten Blitar.
- Menyelesaikan konflik pertanahan di wilayah Kabupaten Blitar.
- Menolak adanya “Bank Tanah”.
- Menghapus praktik monopoli yang dinilai masih terlalu pasif di negeri ini.
- Memohon perlindungan terhadap reformasi agraria.
- Mendesak Bupati Blitar agar segera menindaklanjuti konflik agraria di wilayah Kabupaten Blitar.
Aksi yang diikuti ratusan massa tersebut berlangsung sejak pukul 10.20 WIB hingga 12.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Situasi semakin kondusif ketika Bupati Blitar bersama unsur terkait berkenan menemui langsung massa aksi. Dialog antara peserta aksi dan pemerintah daerah berjalan dengan baik, sehingga aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Gaungkan Semangat Kartini, Perempuan Harus Jadi Motor Perubahan
Kapolres Blitar menyampaikan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan ruang penyampaian aspirasi masyarakat dengan aman, tertib, dan damai, serta memastikan situasi tetap kondusif.
Dengan adanya pengamanan yang maksimal, rangkaian kegiatan aksi unjuk rasa berjalan lancar, damai, dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat di Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Dari Emansipasi ke Prestasi: PERWOSI Blitar Hidupkan Semangat Kartini Lewat Futsal












