Massa yang banyak, membuat petugas ambulans dan polisi yang mengantar tidak dapat membendung amukan warga, hingga jenazah dimakamkan tanpa protokol.
Kepala Desa Pace, Muhammad Farohan mengatakan, amukan warga dipicu informasi hoaks saat ada yang menyebut bagian organ mata jenazah hilang. Kondisi tersebut memicu amukan massa.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
“Nah situasi inilah entah ada provokator, entah ada orang yang seneng berfitnah, dengan lantang mengatakan jenazah matanya tidak ada. Maka yang di luar kaget, karena terprovokasi, dan emosi tanpa klarifikasi terlebih dahulu, hingga kaca mobil jenazah dipecah kacanya,” ujarnya.
Farohan mengatakan, setelah diperiksa bersama, kondisi jenazah utuh tidak seperti yang dinarasikan memicu kemarahan warga.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
“Tapi pada kenyataannya, perlu kami klarifikasi. Jenazah almarhum utuh. Dua bola mata utuh, tubuh utuh tidak ada bekas sayatan. Seperti itu fakta yang sebenarnya,” paparnya.












