Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Jatim

Polisi Kejar Provokator Perusakan Ambulans di Jember

A. Daroini
×

Polisi Kejar Provokator Perusakan Ambulans di Jember

Sebarkan artikel ini

Massa yang banyak, membuat petugas ambulans dan polisi yang mengantar tidak dapat membendung amukan warga, hingga jenazah dimakamkan tanpa protokol.

Kepala Desa Pace, Muhammad Farohan mengatakan, amukan warga dipicu informasi hoaks saat ada yang menyebut bagian organ mata jenazah hilang. Kondisi tersebut memicu amukan massa.

Baca Juga: Ancaman di Balik Kampus: Saat Yayasan Pendidikan Dipaksa "Setor" Demi Kelangsungan Aset

“Nah situasi inilah entah ada provokator, entah ada orang yang seneng berfitnah, dengan lantang mengatakan jenazah matanya tidak ada. Maka yang di luar kaget, karena terprovokasi, dan emosi tanpa klarifikasi terlebih dahulu, hingga kaca mobil jenazah dipecah kacanya,” ujarnya.

Farohan mengatakan, setelah diperiksa bersama, kondisi jenazah utuh tidak seperti yang dinarasikan memicu kemarahan warga.

Baca Juga: Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Maidi JPU KPK Bongkar Setoran Proyek Sembilan Miliar

“Tapi pada kenyataannya, perlu kami klarifikasi. Jenazah almarhum utuh. Dua bola mata utuh, tubuh utuh tidak ada bekas sayatan. Seperti itu fakta yang sebenarnya,” paparnya.

Sementara itu, salah satu tokoh agama, Desa Pace,  KH Farid Mudjib menjadi bagian yang diperiksa sebagai saksi. Saat kejadian, Farid memeriksa jenazah dan memastikan tidak ada bagian organ yang hilang. Ia juga berupaya menenangkan massa yang emosi dengan berdoa bersama.

Baca Juga: Sidang Kasus Dugaan Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Maidi JPU KPK Bongkar Kedok Kedekatan Dewan

“Saya sudah periksa sendiri. Kabar hilangnya organ tubuh itu tidak benar. Saya kemudian berupaya menenangkan massa dengan mengajak berdoa bersama,” kata Farid.