Example floating
Example floating
Birokrasi

Polemik Purnawirawan TNI dan Isu Pemakzulan Gibran, Dudung Abdurrahman , “Tidak Ada Kaitannya”

A. Daroini
×

Polemik Purnawirawan TNI dan Isu Pemakzulan Gibran, Dudung Abdurrahman , “Tidak Ada Kaitannya”

Sebarkan artikel ini
Polemik Purnawirawan TNI dan Isu Pemakzulan Gibran, Dudung Abdurrahman , "Tidak Ada Kaitannya"

Ia juga menyoroti adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan purnawirawan untuk kepentingan pribadi. “Kemudian seperti saat ini yang beredar bahwa saya katakan mewakili purnawirawan, saya tidak. Kemudian nanti kepentingan-kepentingan pribadi justru akhirnya mengatasnamakan purnawirawan. Padahal tidak semua purnawirawan seperti itu,” tegas Dudung Abdurrahman.

Terkait pertemuan antara Presiden dan perwakilan purnawirawan, ia menjelaskan bahwa Presiden bersikap bijak dan mengarahkan agar segala proses berjalan sesuai jalur konstitusional. “Presiden sangat bijak bahwa sesuaikan dengan jalur konstitusional saja. Karena tidak bisa seorang presiden menjawab seperti itu, dan beliau tadi akan memberikan peluang untuk bertemu dengan mereka-mereka, tidak ada masalah,” ungkapnya.

Baca Juga: DPD Menolak Ikut Campur Soal Usulan Pemakzulan Gibran, Fokus Kerja untuk Daerah

Namun, ia menekankan bahwa forum purnawirawan yang resmi adalah Pepabri, PPAD, PPAU, dan PPAL. “Tentunya kan forum-forum itu kan, forum purnawirawan yang ada ini kan seperti Pepabri, PPAD, PPAU, dan segala macam itu, itu yang resmi kan ya. Kalau semua mengatasnamakan forum purnawirawan ya tidak bisa seperti itu,” jelasnya.

Terakhir, ia menyampaikan imbauan kepada para purnawirawan, khususnya yang tergabung dalam forum yang belakangan ini muncul. “Situasi saat ini tuh kan menurut saya situasi yang begitu cepat terjadi suatu perubahan. Jangan sampai situasi politik ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Itu yang jangan sampai ini terjadi. Karena beliau, Bapak Presiden dengan Bapak Wapres itu kan konsentrasi sekarang bagaimana untuk mensejahterakan rakyat, bagaimana menyatukan semua partai dan kemudian bekerja sama untuk menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemakzulan Gibran Kembali Mencuat, Antara Manuver Politik dan Peluang Nyata