Sementara Risma menggandeng mantan Wali Kota Malang Periode 2018-2023 Sutiaji. Pasangan ini didukung oleh PDIP. PDIP berada di peringkat kedua perolehan suara terbanyak di Jatim pada Pemilu 2024 lalu.
Berdasarkan hasil survei dari beberapa lembaga menunjukkan elektabilitas Khofifah masih perkasa di Jatim. Survei Litbang Kompas periode Juni 2024 menunjukkan elektabilitas Khofifah berada di posisi pertama mencapai 26,8 persen.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
Lalu, disusul oleh Tri Rismaharini dengan 13,6 persen. Sementara nama Luluk belum muncul dalam survei ini.
Khofifah juga unggul dengan perolehan 17,50 persen di survei Proximity Indonesia dalam simulasi top of mind yang digelar 8-14 Juli 2024 lalu. Menyusul di posisi kedua, Risma mendapat 4,20 persen.
Baca Juga: Skandal Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan Seret Sang Ketua Menuju Jeruji Besi
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai sosok dua perempuan yakni Risma dan Luluk sengaja di pasang oleh partainya maju di Pilgub Jatim untuk menandingi kekuatan Khofifah sebagai petahana.
“Saya kira wajar kalau kemudian Bu Khofifah ditandingi para Srikandi ya atas dasar alasan itu. Biasanya konteks sosial itu kan ikut menentukan. Dan perempuan dilawan perempuan itu menurut saya menarik. Karena kan sentimen pemilih perempuan juga cukup tinggi ya,” kata Surokim












