Selain itu, Pertamina sedang menjajaki kemungkinan memanfaatkan kelapa yang tidak layak konsumsi untuk diolah menjadi Crude Coconut Oil (CNO) sebagai bahan baku bioavtur. Wisnu menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penggunaan CNO adalah ketersediaan stok yang terbatas dibandingkan dengan minyak jelantah yang cukup melimpah.
“Ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting dalam pembangunan proyek jangka panjang. Jika bahan bakunya tidak tersedia secara konsisten, akan sulit untuk mendapatkan pembiayaan. Meskipun kelapa memiliki potensi, ketersediaannya tidak sebanyak minyak jelantah,” ujar Wisnu.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Edi Wibowo, juga menambahkan bahwa kelapa reject merupakan salah satu potensi bahan baku SAF yang diakui. “Kelapa reject memang bisa menjadi salah satu bahan baku untuk bioavtur atau SAF,” katanya.
Namun, ada beberapa tantangan yang harus diatasi untuk merealisasikan potensi ini. Salah satunya adalah pembudidayaan komoditas kelapa sawit yang saat ini masih dilakukan secara tradisional di perkebunan rakyat dan belum terindustrialisasi secara luas.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Untuk itu, ada rencana penambahan tugas bagi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mengelola komoditas selain kelapa sawit, seperti kakao dan kelapa. “Kami akan fokus pada pengembangan budidaya dan hilirisasi komoditas tersebut. Ketika industri kelapa sawit dan komoditas lainnya berkembang, potensi untuk mengembangkan SAF juga akan meningkat,” ujar Edi Wibowo.
Strategi Diversifikasi Bahan Baku dan Tantangan Pengembangan SAF oleh PT Pertamina
PT Pertamina berkomitmen untuk memperluas sumber bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari sekadar minyak sawit murni menjadi bahan alternatif lainnya. Melalui penggunaan minyak jelantah, cangkang kelapa sawit, dan Crude Coconut Oil (CNO), Pertamina berharap dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan baku dan meningkatkan keberagaman sumber energi terbarukan.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional












