Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Peringati Hakordia, AMPERA Gelar Aksi di Blitar Raya dan Sindir Matinya Penindakan Korupsi

Prawoto Sadewo
×

Peringati Hakordia, AMPERA Gelar Aksi di Blitar Raya dan Sindir Matinya Penindakan Korupsi

Sebarkan artikel ini

Erdin menegaskan, AMPERA tidak menolak proses hukum, namun mengkritisi proses yang tidak jelas dan tertutup. Menurutnya, ketidakjelasan tahapan penanganan perkara justru membuka peluang terjadinya kompromi, transaksi kepentingan, serta degradasi integritas aparat penegak hukum.

Dalam pernyataan sikapnya, AMPERA menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai menjadi penyakit sistemik di Blitar Raya. Pertama, praktik mafia tanah yang diduga melibatkan penguasaan lahan secara tidak sah, manipulasi administrasi pertanahan, serta pembiaran konflik agraria. Kedua, mafia hutan yang disinyalir memanfaatkan kawasan hutan dan program perhutanan sosial untuk kepentingan kelompok tertentu. Ketiga, mafia hukum yang tercermin dari lambannya penanganan perkara dan dugaan intervensi dalam proses penegakan hukum.

Baca Juga: Harga Anjlok, Ratusan Peternak Rakyat Bagikan Satu Juta Telur Gratis

AMPERA juga menyinggung persoalan distribusi lahan hasil reforma agraria di Kabupaten Blitar yang belum sepenuhnya terealisasi. Salah satunya terkait sekitar ±30 hektare lahan yang hingga kini belum dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat, meski telah memiliki dasar kebijakan.

“Reforma agraria tidak boleh menyisakan ruang gelap. Negara harus hadir secara nyata dan memastikan seluruh proses dapat diawasi publik,” tegasnya.

Baca Juga: Diduga Jadi Arena Judi Sabung Ayam, Lokasi Aduan Ayam di Sidorejo Ponggok Digrebeg Polisi

Selain itu, massa aksi turut mengkritisi pelaksanaan program nasional seperti Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTPKH) dan perhutanan sosial yang dinilai rawan disalahgunakan. AMPERA mendesak. **