Example floating
Example floating
Home

Peringatan Mendesak Jokowi: Penurunan Peredaran Uang, Ancaman Ekonomi!

Alfi Fida
×

Peringatan Mendesak Jokowi: Penurunan Peredaran Uang, Ancaman Ekonomi!

Sebarkan artikel ini
Peringatan Mendesak Jokowi: Penurunan Peredaran Uang, Ancaman Ekonomi!
Peringatan Mendesak Jokowi: Penurunan Peredaran Uang, Ancaman Ekonomi!

MEMO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keprihatinannya terhadap menipisnya jumlah uang yang beredar di Indonesia. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jokowi mengemukakan dugaannya atas kemungkinan penurunan ini akibat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang meningkat.

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Selain itu, Jokowi juga menyoroti realisasi belanja pemerintah yang masih rendah, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan angka belanja menjelang akhir tahun.

Presiden Jokowi Menyampaikan Kekhawatiran Terhadap Kondisi Peredaran Uang di Indonesia

Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, mengungkapkan bahwa jumlah uang yang beredar di Indonesia semakin menipis atau sedikit. Hal ini disampaikannya kepada Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo setelah mendengar keluhan dari para pelaku usaha.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

“Dari sejumlah pelaku usaha yang saya dengar, sepertinya peredaran uang semakin berkurang,” ujar Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta pada hari Rabu (29/11).

Jokowi menduga penipisan jumlah uang di Indonesia disebabkan oleh penggunaan yang banyak untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

“Mungkin terlalu banyak yang digunakan untuk membeli SBN, SRBI, atau SVBI. Akibatnya, uang yang masuk ke sektor riil menjadi berkurang,” tambah Jokowi.

Analisis Jokowi: Dampak Meningkatnya Pembelian SBN terhadap Peredaran Uang

Tak hanya itu, Jokowi juga menyebutkan bahwa realisasi belanja baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masih sedikit. Padahal, pergantian tahun tinggal beberapa minggu lagi.