Herianto menceritakan bahwa pada awal pendiriannya pada tanggal 31 Agustus 1931, SDN Pangarangan III awalnya bernama Particulere Holland Indische School (PHIS) Soemekar Pangabroe. Ide untuk mendirikan sekolah ini datang dari Raden Muhammad Saleh Werdisastro, seorang tokoh asal Sumenep, yang merasa prihatin terhadap anak-anak pribumi yang kesempatan pendidikannya terbatas.
“Dengan rasa syukur, kami senang acara ini berjalan lancar. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kami. Kami berharap SDN Pangarangan III akan terus maju di masa yang akan datang,” pungkas Herianto.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Momentum Berkembang: SDN Pangarangan III Meraih Prestasi dan Harapan Masa Depan
Dalam peringatan dies natalis ke-92 SDN Pangarangan III, atmosfer semangat dan kegembiraan terasa dalam setiap rangkaian kegiatan. Para siswa terlibat aktif dalam berbagai acara, mulai dari pembacaan salawat dan tahlil hingga penampilan kelompok paduan suara dan musik. Perayaan ini tidak hanya sekedar merayakan usia sekolah, tetapi juga mengingatkan semua orang tentang asal usul sekolah ini.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Kepala SDN Pangarangan III, Zainal, menjelaskan pentingnya melibatkan siswa dalam setiap peringatan dies natalis. Dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni dan musik, siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minat mereka. Ini juga merupakan cara yang baik untuk mendorong semangat kolaborasi dan pengembangan pribadi.
Siswa tidak hanya menikmati momen spesial ini, tetapi juga dikenalkan dengan sejarah sekolah. Ketua Pelaksana Kegiatan, S. Herianto, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari perkenalan sejarah ini adalah untuk memberikan siswa pemahaman tentang perjalanan panjang SDN Pangarangan III. Dengan mengetahui akar sejarah sekolah, siswa dapat lebih menghargai usaha pendiri sekolah dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak pribumi.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Sejarah unik dimulai pada tahun 1931 saat Raden Muhammad Saleh Werdisastro mendirikan Particulere Holland Indische School (PHIS) Soemekar Pangabroe dengan niat tulus untuk memberikan peluang pendidikan kepada anak-anak pribumi yang kurang beruntung. Peringatan ulang tahun sekolah ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga mendorong semangat untuk terus berkembang. SDN Pangarangan III telah membuktikan prestasinya selama 92 tahun dan menunjukkan potensi untuk masa depan yang lebih cemerlang.












