Pemerintah Indonesia memberikan tanggapan resmi terhadap penurunan kinerja sektor manufaktur yang tercermin dari penurunan Purchasing Manager Index (PMI). Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meski terdapat penurunan ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik karena fenomena serupa juga dialami oleh banyak negara lain. Penurunan PMI ini diidentifikasi berkaitan dengan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan komoditas, serta adanya oversupply dalam beberapa industri utama, seperti otomotif.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Fokus Pemerintah pada Kendaraan Listrik untuk Pulihkan Sektor
Pemerintah Indonesia telah memberikan tanggapan terkait dengan penurunan kinerja sektor manufaktur yang tengah terjadi di tanah air. Penurunan ini tercermin dari menurunnya Purchasing Manager Index (PMI), yang merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kesehatan sektor industri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir mengenai penurunan ini. Menurutnya, fenomena serupa juga sedang dialami oleh berbagai negara di seluruh dunia.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
“Jika kita bandingkan dengan beberapa negara lainnya, posisi kita relatif masih moderat. Meskipun begitu, kita harus terus mendorong optimisme untuk meningkatkan kinerja sektor ini,” kata Airlangga dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Airlangga menjelaskan bahwa penurunan ini berkaitan erat dengan dinamika antara permintaan dan ketersediaan komoditas di sektor manufaktur. Dia menambahkan bahwa kelemahan dalam permintaan (demand) perlu dipertimbangkan, terutama karena beberapa industri saat ini mengalami oversupply.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional












