MEMO, Purwokerto: Pameran di Eropa oleh Ir. Erie Sasmito, seorang alumni Fakultas Peternakan Unsoed angkatan 1986, telah mengungkapkan pentingnya wirausaha dan dampaknya pada para alumni Unsoed.
Dalam pemaparannya, Ir. Erie Sasmito menyoroti kebijakan pemerintah yang mendukung start-up, iklim wirausaha, dan Omnibuslaw sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi dan sosial bangsa.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Artikel ini akan membahas secara lebih detail pandangan Ir. Erie Sasmito dan kesimpulan dari pertemuan para alumni Unsoed yang menekankan pentingnya persaudaraan, kemaslahatan, dan upaya bersama dalam mengembangkan kewirausahaan.
Atmosfir Wirausaha dan Kebijakan Pemerintah: Kunci Pemulihan Ekonomi dan Sosial
Ir. Erie Sasmito, seorang alumni Fakultas Peternakan Unsoed angkatan 1986, sedang mengadakan pameran di Eropa saat ini. Pada hari Rabu, 21 Juni 2023, Ir. Erie Sasmito berbicara tentang pentingnya wirausaha dan upaya pemerintah dalam mempromosikan start-up, iklim wirausaha, dan implementasi Omnibus Law.
Ia juga menyebutkan pembentukan kebijakan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), BLK Komunitas, dan langkah-langkah lain yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial bangsa.
Menurut Ir. Erie Sasmito, dalam pertemuan para alumni Unsoed di Semarang Raya, seringkali muncul diskusi yang kritis dan membangun.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
Para alumni tidak hanya membahas hal-hal terkini, tetapi juga membahas hal-hal yang lebih luas seperti manfaat bagi almamater dan alumni Unsoed di masa depan. Ir. Erie Sasmito mengungkapkan bahwa silaturahim yang hangat dan penuh kekeluargaan antara para alumni adalah contoh yang baik dari bagaimana para alumni senior tetap menjaga persaudaraan meskipun memiliki perbedaan pendapat dan merumuskan manfaat bagi banyak pihak.
Sebagai seorang pengusaha ekspor mebel ke berbagai negara, Ir. Erie Sasmito mengatakan bahwa perkembangan zaman yang pesat meningkatkan kebutuhan manusia dan harga barang. Selain itu, jumlah lapangan kerja yang terbatas dibandingkan dengan jumlah pencari kerja menuntut semua orang untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.
Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadi seorang wirausaha. Ir. Erie Sasmito mendorong generasi muda untuk menciptakan wirausaha dan menceritakan pengalamannya dalam pemasaran ekspor mebel melalui pameran di Jerman.
Ir. Erie Sasmito juga menyebutkan bahwa saat ini adalah era anak muda.
Generasi muda Indonesia saat ini didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z. Jumlah yang besar ini menjadi modal, sumber daya, dan pasar yang perlu dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan yang positif. Hal ini diungkapkan oleh Rustamaji, seorang pengusaha terkenal di Semarang dan juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed angkatan 1981.
Ir. Darsono, seorang alumni Fakultas Pertanian Unsoed angkatan 1990 dan pemilik beberapa rumah makan terkenal, juga menekankan pentingnya inovasi dalam bisnis kuliner.
Ia menyebutkan bahwa generasi Z memiliki kecenderungan yang berbeda dalam memilih makanan dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, pelaku usaha kuliner perlu memperhatikan hasil Sensus Penduduk 2020 dan berinovasi agar usahanya tetap eksis.
Beberapa karakteristik generasi Z yang disoroti adalah individualistik, egosentris, kurang fokus, suka hal-hal instan, dan kurang menghargai proses.












