“Kita harus terus berinovasi dengan kerangka kerja keamanan yang kuat, kolaborasi intelijen lintas batas, dan kemitraan global. Keberhasilan Prancis menunjukkan kapasitasnya dalam mendeteksi ancaman dan mengelola tantangan keamanan,” ujarnya.
Indonesia mendukung penuh Program Olahraga Global UNOCT dan berkomitmen untuk memanfaatkan olahraga tradisional dan modern, seperti pencak silat, untuk meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan pemuda.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Indonesia juga bertekad untuk memperkuat kemitraan publik-swasta demi memastikan fasilitas dan ajang olahraga memenuhi standar keselamatan tertinggi, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam keamanan olahraga.
“Kami bangga telah menyelenggarakan seminar tingkat tinggi dengan UNOCT di Bali, di mana para pemangku kepentingan dari berbagai lembaga berkumpul untuk mengembangkan rencana aksi konkret demi keamanan olahraga dan melawan ekstremisme kekerasan melalui olahraga,” papar Menpora.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Sebagai pecinta olahraga, Menpora Dito telah menyaksikan langsung bagaimana olahraga mampu menginspirasi generasi muda untuk bermimpi besar dan bekerja keras.
“Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mimpi-mimpi tersebut tidak dibayang-bayangi oleh ancaman kekerasan. Kita harus terus menjadikan olahraga sebagai mercusuar perdamaian dan ketahanan. Indonesia berkomitmen untuk mendorong kolaborasi yang bermakna di bidang ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional












