Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Society

Pemulung Tua Hidup Sendiri di Kandang ‘Layak Huni’ Kelinci, Kurang Perhatian Pemerintah

A. Daroini
×

Pemulung Tua Hidup Sendiri di Kandang ‘Layak Huni’ Kelinci, Kurang Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Pemulung Tua Hidup Sendiri di Kandang 'Layak Huni' Kelinci, Kurang Perhatian Pemerintah

Demi untuk mendapatkan uang, kakek betubuh lusuh ini tampaknya tak menghiraukan bau busuk sampah dan sengatan matahari. Baginya karena sudah terbiasa akhirnya dijalaninya dengan biasa juga. Artinya dengan kondisi seperti itu baginya bukan sebuah hambatan untuk menjalankan profesinya sebagai pemulung. Sampah baginya adalah berkah sebagai sumber kehidupan.

Saat ditanya wartawan soal kondisi kesehatanya apakah sering mengalami sakit ?. Diakui oleh dia, sering mengalami sakit ringan seperti batuk atau pegal pegal sejak ditinggalkan istri tercintanya meninggal dunia. ” Menawi kulo gerah sakmeniko pun boten wonten seng ngrawat kulo, mergi istri kulo pun kapundut,” akunya.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Sejak ditinggalkan istri tercintanya, kini Mbah Sugeng menjalani hidup hanya sebatangkara tanpa ditemani siapapun. Karena sejak menikahi almarhumah istrinya ini tidak dikaruniai anak. ” Kuncine sabar tawaqal sabar lan narimo mas.,” tuturnya.

Ditanya wartawan juga bagaimana perhatian pemerintah desa dengan kondisi hidupnya di bawah garis kemiskinan ini. ” Menawi diparingi bantuan geh kulo tampi, menawi boten diparingi boten nopo nopo,” jawabnya apa adanya.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini