MEMO, Nganjuk —
Bau busuk menyengat yang menusuk hidung mendadak membuyarkan ketenangan warga perkampungan. Sesosok mayat membusuk ditemukan di Ngronggot Nganjuk dalam kondisi yang menggenaskan dan mengundang tanda tanya besar. Kabar burung mengenai dugaan aksi eksekusi berdarah seketika berembus kencang di tengah-tengah masyarakat setempat yang panik.
Jasad yang identitasnya masih buram tersebut pertama kali diendus oleh warga sekitar yang curiga dengan hawa tidak sedap yang kian menusuk selama beberapa hari terakhir. Begitu didekati, sesosok tubuh yang sudah mulai rusak didapati terbujur kaku di lokasi kejadian perkara.
Warga yang syok mendadak langsung berteriak meminta pertolongan hingga membuat gempar seisi desa. Tak butuh waktu lama, kerumunan massa langsung menyemut di area sekitar lokasi evakuasi.
Dugaan Kuat Main Hakim Sendiri dan Misteri Luka Jasad
Aparat kepolisian dari Polres Nganjuk dibantu tim Polsek setempat bergerak cepat memasang garis polisi demi mengamankan tempat kejadian perkara. Kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut menyulitkan petugas untuk mengidentifikasi tanda kekerasan secara kasat mata di lokasi.
“Kondisinya sudah rusak,” ujar salah satu petugas kepolisian saat mengevakuasi jasad korban ke kantong jenazah. Butuh pemeriksaan medis mendalam dari tim forensik untuk memastikan apakah ada luka akibat senjata tajam atau hantaman benda tumpul di balik pakaian korban.
Usut punya usut, isu pembunuhan santer beredar lantaran posisi penemuan tubuh tersebut dinilai tidak wajar oleh mata warga. Spekulasi liar di warung-warung kopi menyebut korban sengaja dihabisi di tempat lain lalu jasadnya diparkir di kawasan Ngronggot untuk mengelabui pelacakan jejak anjing penjejak polisi. Namun, polisi meminta warga menahan diri dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum sahih secara hukum.
Tim Forensik Diturunkan demi Bongkar Tabir Kematian
Pihak berwenang hingga detik ini masih berupaya keras mengorek keterangan dari para saksi mata yang pertama kali menghirup bau bangkai tersebut. Proses identifikasi sidik jari terhambat karena kondisi kulit korban yang mulai mengelupas termakan waktu yang diperkirakan sudah tewas lebih dari tiga hari.
Jenazah misterius tersebut kini sudah mendarat di kamar mayat rumah sakit umum daerah demi kepentingan autopsi total. Petugas berharap hasil autopsi keluar secepatnya agar teka-teki penyebab utama hilangnya nyawa korban segera terkuak benderang.
Aparat kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat di area Nganjuk dan sekitarnya yang mendadak kehilangan kontak dengan anggota keluarga dalam pekan ini untuk segera merapat dan melapor ke kantor polisi terdekat.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












