Eri Cahyadi juga meminta DLH (Dinas Lingkungan Hidup) , camat, dan lurah untuk berpartisipasi agar segera mensosialisasikan dan menjadwalkan kegiatan Surabaya Bergerak kepada seluruh RT/RW setempat. Tujuannya agar jadwal kerja bakti lebih terkordinasi dengan baik dan kapasitas pengangkutan tidak terlampaui.
Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa kegiatan jadwal maksimal Surabaya Bergerak hanya 200 titik dalam satu pekan . Namun, menjelang peringatan HUT ke-80 RI, jumlah kampung juga ikut melonjak secara drastis. “Minggu lalu ada 586 titik, isinya macam-macam, ada kasur, lemari, dan lainnya. Padahal sesuai perda, sampah lebih dari 1 meter kubik harus dibuang sendiri ke TPA Benowo,” ujarnya.












