Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Pemerintah Jamin Stok Sembako Kediri Menjelang Ramadhan Aman Setelah Wali Kota Pantau Langsung Kondisi Pasar

A. Daroini
×

Pemerintah Jamin Stok Sembako Kediri Menjelang Ramadhan Aman Setelah Wali Kota Pantau Langsung Kondisi Pasar

Sebarkan artikel ini

Kediri, Memo

Momen perayaan Imlek dan datangnya bulan suci Ramadan selalu identik dengan meningkatnya kebutuhan dapur masyarakat. Mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, langkah cepat langsung diambil oleh jajaran Pemerintah Kota Kediri demi memastikan isi dompet warga tetap aman dan pasokan pangan di meja makan tidak terganggu.

Baca Juga: Refleksi Iduladha Mbak Wali Tekankan Makna Kurban Bagi ASN Pemkot Kediri Bukan Sekadar Kerja Formalitas Masuk Pulang

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memilih turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi di Pasar Pahing. Langkah taktis ini diambil guna melihat realita harga sekaligus memastikan bahwa stok sembako kediri menjelang ramadhan benar-benar berada dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, terungkap bahwa cuaca ekstrem belakangan ini mulai berdampak pada sektor pertanian. Tingginya curah hujan memicu terjadinya gagal panen di sejumlah daerah pemasok. Efek domino dari kondisi alam ini membuat harga komoditas sayur, khususnya cabai, meroket cukup tajam hingga menyentuh angka Rp90.000 per kilogram. Selain cabai, komoditas bawang juga perlahan merangkak naik.

Baca Juga: Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon

Menyikapi tren kenaikan harga ini, pihak pemerintah kota tidak tinggal diam dan langsung menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, pengawasan harga di pasar-pasar tradisional akan diintensifkan secara harian. Kedua, memperkuat jalur komunikasi dan koordinasi dengan pihak distributor maupun produsen utama. Ketiga, jika harga terus merangkak naik melebihi batas wajar, skema Operasi Pasar Murni (OPM) siap diluncurkan sebagai instrumen penyeimbang harga di tingkat konsumen.

Menariknya, pemantauan kali ini tidak hanya berfokus pada label harga, melainkan juga pada aspek perlindungan konsumen terkait takaran produk. Sebuah temuan mengejutkan didapati saat pengecekan minyak goreng kemasan dari empat produsen yang berbeda. Petugas menemukan salah satu merek minyak goreng yang isinya menyusut alias berkurang hingga 20 mililiter dari takaran yang tertera pada kemasan.

Baca Juga: Bupati Kediri Salurkan Ratusan Alat Mesin Pertanian Modern Guna Dongkrak Produktivitas Petani

Temuan ini langsung direspons tegas. Langkah penegakan hukum dan teguran keras akan segera dilayangkan kepada pihak distributor maupun produsen yang kedapatan berbuat curang. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga integritas perdagangan agar tidak ada masyarakat yang dirugikan di tengah situasi pasar yang sedang fluktuatif.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan aksi borong secara berlebihan atau panic buying. Belanjalah dengan bijak sesuai dengan kebutuhan riil rumah tangga masing-masing. Melalui sinergi antara Disperdagin, Perumda Pasar Joyoboyo, hingga Bulog, ketersediaan bahan pangan utama dipastikan akan terus dikawal ketat agar tetap stabil dan terjangkau hingga hari raya nanti.