Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, potensi penghematan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa mencapai Rp 50 triliun. Penghematan ini bisa tercapai jika Indonesia berhasil mengadopsi standar internasional Euro 4 dan Euro 5 untuk BBM.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Menurut Luhut, saat ini pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) sedang berupaya untuk mengurangi kadar sulfur dalam BBM di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan, menjadikan lingkungan lebih bersih.
Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas udara yang semakin memburuk di Jakarta. Menurut Luhut, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk beralih ke BBM dengan standar Euro 4 dan Euro 5 untuk mengurangi kadar sulfur. Hal ini diharapkan dapat mengurangi subsidi hingga Rp 20-50 triliun.
Baca Juga: PMII Gelar Aksi Unjuk Rasa, Tuntut KPK Segera Penjarakan Bupati Nganjuk
Langkah Progresif dalam Meningkatkan Kualitas Udara di Jakarta
Luhut juga menyoroti pentingnya memperbaiki kualitas udara di Jakarta, di mana salah satu penyumbang utama polusi udara adalah kendaraan bermotor. Dia menyebut bahwa hasil studi menunjukkan transportasi, termasuk motor, mobil, dan angkutan umum, merupakan penyebab utama polusi udara di Jakarta.
Selain itu, Luhut juga menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya memperbaiki masalah emisi karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Dia menyadari bahwa masalah kualitas udara merupakan masalah yang kompleks, namun pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat.