Example floating
Example floating
Home

Pemerintah Dorong Adopsi Standar Euro 4 dan Euro 5 untuk BBM

Alfi Fida
×

Pemerintah Dorong Adopsi Standar Euro 4 dan Euro 5 untuk BBM

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Dorong Adopsi Standar Euro 4 dan Euro 5 untuk BBM
Pemerintah Dorong Adopsi Standar Euro 4 dan Euro 5 untuk BBM

MEMO

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan langkah pemerintah dalam menghemat subsidi BBM hingga Rp 50 triliun dengan beralih ke standar Euro 4 dan Euro 5 untuk mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Upaya ini merupakan bagian dari solusi kompleks untuk memperbaiki kualitas udara yang semakin buruk di Jakarta.

Rahasia Menghemat Subsidi BBM Rp 50 Triliun!

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, potensi penghematan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa mencapai Rp 50 triliun. Penghematan ini bisa tercapai jika Indonesia berhasil mengadopsi standar internasional Euro 4 dan Euro 5 untuk BBM.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Menurut Luhut, saat ini pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) sedang berupaya untuk mengurangi kadar sulfur dalam BBM di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon yang dihasilkan, menjadikan lingkungan lebih bersih.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas udara yang semakin memburuk di Jakarta. Menurut Luhut, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk beralih ke BBM dengan standar Euro 4 dan Euro 5 untuk mengurangi kadar sulfur. Hal ini diharapkan dapat mengurangi subsidi hingga Rp 20-50 triliun.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Langkah Progresif dalam Meningkatkan Kualitas Udara di Jakarta

Luhut juga menyoroti pentingnya memperbaiki kualitas udara di Jakarta, di mana salah satu penyumbang utama polusi udara adalah kendaraan bermotor. Dia menyebut bahwa hasil studi menunjukkan transportasi, termasuk motor, mobil, dan angkutan umum, merupakan penyebab utama polusi udara di Jakarta.

Selain itu, Luhut juga menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya memperbaiki masalah emisi karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Dia menyadari bahwa masalah kualitas udara merupakan masalah yang kompleks, namun pemerintah berkomitmen untuk mencari solusi yang tepat.