Laporan Bank Indonesia (BI) mengenai penjualan eceran pada bulan Desember 2023 menunjukkan kinerja yang tetap tangguh, sebagaimana tercermin dari nilai Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan tersebut yang mencapai 217,9 atau mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 0,1% (yoy).
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyatakan dalam keterangan tertulisnya pada hari Kamis (11/1) bahwa peningkatan penjualan tersebut dipicu oleh pertumbuhan sektor bahan bakar kendaraan bermotor, makanan, minuman, dan tembakau.
“Kami melihat pertumbuhan bulanan penjualan eceran juga diperkirakan meningkat, dengan pertumbuhan sebesar 4,8% (mtm). Seluruh kelompok produk diharapkan mengalami peningkatan, terutama pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, subkelompok sandang, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ungkap Erwin.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Erwin menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur tahun baru, yang meningkatkan permintaan di dalam negeri, ditambah dengan strategi potongan harga dari para pengecer.
Seputar Kinerja Penjualan Eceran: HBKN, Potongan Harga, dan Proyeksi Harga
Pada bulan November 2023, IPR mencapai 207,9 dan mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 2,1% (yoy). Kekuatan kinerja penjualan eceran terutama dipacu oleh subkelompok sandang dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang mengalami pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.