
Kediri Memo.co.id
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Setelah melewati beberapa hari-hari besar, seperti puasa, lebaran Agustusan, kini indeks harga konsumen kota Kediri mengalami deflasi sebesar 0,57 persen. Hal tersebut disebabkan harga-harga yang melambung pada hari-hari besar mulai menurun.
Ellyn T. Brahmana selaku kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kota Kediri menuturkan bahwa deflasi di kota Kediri pada bulan Agustus kemarin disumbang angkutan antar kota, daging ayam ras, tarif travel, wortel, bawang putih, bawang merah, gula pasir, apel, kereta api dan daging sapi. “ini akibat efek lebaran sudah mulai hilang”, katanya.
Baca Juga: Misteri Sosok Guru Dalam Skandal Manipulasi Naskah Ujian Dan Sistem CAT
Sedangkan komoditas yang memberikan tekanan terhadap deflasi adalah tarif listrik, upah pembantu rumah tangga, sekolah dasar, melon, sekolah menengah atas, sekolah menengah pertama, kontrak rumah, salak, pir, dan telur ayam ras.
Tekanan terhadap deflasi tersebut ternyata dianggap kecil, karena adanya beberapa kebijakan pemerintah terhadap pendidikan di kota Kediri yang cenderung meringankan pembayaran, seperti seragam gratis, dan juga daftar ulang yang tidak ada biaya.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Suap Perangkat Desa Kediri Ungkap Kelemahan Verifikasi Unisma
Lebih lanjut, dia juga mewanti-wanti masyarakat terhadap harga daging yang akan cenderung naik pada bulan September, dan juga harga beras. “Hal tersebut disebabkan adanya hari raya qurban dan juga panen raya padi yang sudah habis”, jelasnya. (Wing)












