Pasar Internasional Lesu, Bisnis Rajungan di Lamongan Tutup, Kondisi Paling Parah Sepanjang Sejarah

Pasar Internasional Lesu, Bisnis Rajingan di Lamongan Tutup

Lamongan, Memo
Harga rajungan turun tajam karena lemasnya kebutuhan pasar internasional. Terdaftar, sekarang ini harga rajungan di mini-plan pengupasan jadi Rp 110 ribu per kg, dari yang awalnya sekitaran Rp 400 ribu per kg.

Menyikapi ini, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Ir. Artati Widiarti, MA sampaikan jika ada peralihan keadaan disebabkan karena menurunnya pasar USA. Hingga harga rajungan jatuh di titik paling kronis dalam histori.

Bacaan Lainnya
Post ADS 1

“Ya keadaan peralihan keinginan yang menurun di pasar USA, hingga harga (rajungan) jatuh. Ini berpengaruh ke Unit Pengolahan Ikan (UPI) exportir. Barang jadi dalam container on the water dan stock ketahan,” tutur Ir. Artati.

Dia memperjelas, di bulan Juni-Juli ini sebetulnya suplai hasil tangkapan dari nelayan cukup berlimpah. Tetapi hal itu tidak sesuai dengan keinginan buyer hingga harga rajungan juga jeblok.

“Mulai Juni-Juli dan sebagainya sebetulnya suplai bertambah kembali. Sayang keinginan buyer benar-benar turun. Di lain sisi, beberapa UPI atau exportir sampai sekarang ini sebagian besar pasarnya tunggal, yaitu USA. Tidak ada alternative untuk mengubah produk jadi ke negara lain. Mudah-mudahan keadaan pasar USA dapat selekasnya lebih baik,” jelasnya.

Aktivitas pengupasan rajungan di mini rencana atau usaha pemrosesan rajungan yang berada di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dalam pada itu, salah satunya pebisnis rajungan di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan, Diki Utomo mengutarakan, banyak pabrik yang hentikan pembelian daging rajungan. Masalahnya stock daging rajungan di beberapa pabrik itu sekarang ini masih berlimpah.

“Berdasar publikasi dari PT Aruna Jaya Nuswantara, startup digital yang beroperasi di sektor ekonomi kelautan dan perikanan, menghimbau ke pebisnis atau mini rencana rajungan di tempat Paciran Lamongan dan Madura untuk hentikan sementara pembelian meat (daging rajungan),” ungkapkan Diki saat dikontak wartawan, Minggu (19/6/2022).

Diki menambah, pemberhentian pembelian yang sudah dilakukan pabrik di tempat Paciran dan Madura ini diperpanjang sampai hari Jumat tanggal 24 juni 2022 kedepan.

“Demikianlah publikasi yang dikatakan ke masing-masing mini plan melalui pesan Whatsapp. Kami tidak dapat banyak berbuat di tengah-tengah keadaan ini. Kami harus terpaksa tutup usaha sementara, alias tidak membeli rajungan ke nelayan. Oleh karenanya, kami mengharap keadaan pabrik dapat selekasnya kembali normal, supaya beberapa nelayan dan mini plan bisa juga kembali bergeliat,” katanya.

Aktivitas pengupasan rajungan di mini rencana atau usaha pemrosesan rajungan yang berada di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dalam peluang yang serupa, Ketua Himpunan Nelayan Tradisionil Indonesia (HNTI) Lamongan Muchlisin Amar menjelaskan jika keadaan nelayan rajungan di Lamongan sekarang ini benar-benar memprihatinkan.

Pos terkait

Post ADS 1