Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Pariwisata RI Loyo? Jurus Pamungkas “Dewan Pariwisata” Siap Bikin Melejit

Avatar
×

Pariwisata RI Loyo? Jurus Pamungkas “Dewan Pariwisata” Siap Bikin Melejit

Sebarkan artikel ini

MEMO – Indonesia punya potensi wisata luar biasa, tetapi sayangnya, daya saingnya masih ketinggalan jauh dari negara lain. Oleh karena itu, Komisi VII DPR RI mengambil langkah sigap dengan mendorong pemerintah untuk membentuk “Dewan Pariwisata” yang lebih tangguh dan efektif.

Lantas, apa saja sih kehebatan “Dewan Pariwisata” ini? lembaga ini punya enam tugas utama, promosi, dukungan industri, penyelenggaraan acara, pelayanan wisatawan, pengembangan infrastruktur, dan advokasi kebijakan. diharapkan promosi pariwisata Indonesia bisa lebih mendunia, *bahkan* melampaui jangkauan Kementerian Pariwisata.

Baca Juga: Ormas 212 dan PSHT Gelar Doa Bersama untuk Korban Pengeroyokan di Loceret Nganjuk

“Promosi pariwisata kita masih bergantung pada kementerian, padahal anggaran mereka terbatas. Sebaliknya, negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia punya Dewan Pariwisata yang sangat aktif mempromosikan wisata mereka,” ujar Lamhot Sinaga, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, saat rapat kerja di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Selain itu, “Dewan Pariwisata” juga berperan penting dalam menyatukan berbagai pelaku industri, seperti hotel, maskapai penerbangan, dan penyelenggara acara. Dengan koordinasi yang apik, sektor pariwisata bisa melesat lebih cepat dan menarik lebih banyak wisatawan.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

Lamhot juga menekankan pentingnya penerapan pajak turis secara nasional. Saat ini, hanya Bali yang sudah menerapkan pajak ini melalui peraturan daerah. Jika diterapkan di seluruh Indonesia, pajak turis bisa menjadi sumber dana besar untuk membangun infrastruktur dan fasilitas wisata.

“Bayangkan, jika semua daerah menerapkan pajak turis, pendapatan dari sektor ini pasti melonjak drastis dan mendukung kemajuan pariwisata,” jelas Lamhot.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Lebih lanjut, Lamhot juga meminta pemerintah untuk menggandeng kementerian lain, misalnya Kementerian PU dan Menpora, untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan wisata olahraga. Dengan kerja sama yang solid, Indonesia bisa menjadi destinasi wisata favorit di Asia.

“Melalui revisi Undang-Undang Pariwisata dan pembentukan Dewan Pariwisata, kita optimis sektor pariwisata Indonesia bisa tumbuh lebih pesat. Target kita, Indonesia bisa masuk 10 besar destinasi wisata dunia dan bersaing dengan negara-negara maju lainnya,” pungkas Lamhot.