Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Abata

Pandangan Gus Baha: Rahasia di Balik Perintah Salat dalam Isra Mi’raj yang Harus Dipahami Umat Muslim

Avatar
×

Pandangan Gus Baha: Rahasia di Balik Perintah Salat dalam Isra Mi’raj yang Harus Dipahami Umat Muslim

Sebarkan artikel ini

MEMO – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, memberikan penjelasan mendalam tentang perintah salat dalam peristiwa Isra Mi’raj. Ia menekankan pentingnya memahami dengan benar jumlah awal salat yang diwajibkan sebanyak lima puluh waktu, sebelum akhirnya menjadi lima waktu seperti yang dilaksanakan saat ini.

Gus Baha menjelaskan bahwa umat Muslim tidak boleh salah memahami seolah-olah Allah SWT mengubah keputusannya setelah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. “Kamu tidak boleh berkeyakinan bahwa Allah pada awalnya ngotot menetapkan lima puluh waktu salat, lalu berubah menjadi lima waktu setelah bertemu Nabi. Pemahaman ini keliru dan bisa merusak akidah,” ungkapnya, seperti dikutip dari kanal YouTube Santri Gayeng, Sabtu, 25 Januari 2025.

Baca Juga: Rahasia Dahsyat Salat di Makkah Sekali Sujud, Pahala Ratusan Ribu Kali Lipat

Menurut Gus Baha, dalam ilmu tauhid, Allah SWT sudah mengetahui sejak awal bahwa yang akan diberlakukan adalah lima waktu. Proses pengurangan dari lima puluh waktu menjadi lima waktu adalah bagian dari anugerah Allah kepada umat manusia, bukan hasil evaluasi atau perubahan keputusan.

“Keyakinan bahwa Allah mengevaluasi ulang atau berubah pikiran setelah bertemu Nabi Muhammad adalah tidak benar. Ilmu Allah tidak seperti makhluk-Nya, yang membutuhkan evaluasi atau penyesuaian,” tegas ulama asal Rembang ini.

Baca Juga: Viral Video Kiai Usman Ridho Emosi Akibat Candaan Pemusik Saat Tengah Minum

Lebih lanjut, Gus Baha menjelaskan bahwa sejak awal, Allah sudah mengetahui semua peristiwa yang akan terjadi dalam Isra Mi’raj. Ini termasuk saran Nabi Musa kepada Nabi Muhammad untuk meminta pengurangan jumlah salat, hingga keyakinan yang akan dibenarkan oleh Abu Bakar dan ditolak oleh kaum kafir Quraisy.

“Semua ini adalah kehendak Allah yang sudah ditetapkan sejak zaman azali. Dan meskipun salat hanya lima waktu, pahala yang diberikan tetap sama seperti lima puluh waktu,” tambah Gus Baha.

Baca Juga: Panduan Ibadah Malam Nisfu Syaban 2026 Lengkap Jadwal Doa dan Amalan Sunnah

Penjelasan ini menjadi pengingat penting bagi umat Muslim untuk selalu memahami ajaran agama dengan akidah yang benar, sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam memahami sifat dan kehendak Allah SWT.