Pertama, karena hari wukuf yang bertepatan dengan Jumat dianggap memiliki keutamaan yang sangat tinggi, menggabungkan dua hari mulia (hari Arafah dan hari Jumat). Kedua, adanya kesamaan dengan ibadah Nabi Muhammad SAW dalam prosesi Haji Wada’, di mana wukuf beliau juga bertepatan pada hari Jumat. Syekh al-Bahuti menjelaskan hal ini dalam kitab Kasyful Qina’ fi Matnil Iqna’.
Meskipun demikian, pandangan umum ini tidak lepas dari kritik ulama. Syekh al-Mubarakfuri, misalnya, mengklaim bahwa pemahaman ini tidak memiliki dasar dalil yang kuat. Walau begitu, ia mengakui adanya keutamaan ibadah haji yang wukufnya bertepatan pada hari Jumat, namun bukan dalam konteks penggunaan istilah ‘Haji Akbar’ tanpa dalil yang jelas.
Kesimpulan Arti Haji Akbar di Musim Haji 2025
Dari berbagai tafsir dan pandangan ini, dapat disimpulkan bahwa istilah Haji Akbar memiliki spektrum makna yang bervariasi. Jika mengacu pada pemahaman populer masyarakat, maka status Haji Akbar pada musim haji 2025 ini hanya berlaku jika wukuf di Arafah jatuh pada hari Jumat. Namun, bila merujuk pada pandangan ulama klasik, status Haji Akbar lebih bergantung pada praktik ibadah haji yang dilakukan oleh setiap individu jemaah.
Kepastian mengenai apakah haji tahun ini dapat disebut Haji Akbar, pada akhirnya, kembali kepada definisi mana yang digunakan dan bagaimana setiap jemaah memahami makna mendalam dari ibadah suci ini.
Makna Haji Akbar, Perbedaan Haji Akbar dan Haji Ashgar‘ Wukuf Hari Jumat
Baca Juga: Saat Dentuman "Horeg" Mengusik Ketenangan dan Mengundang Fatwa MUI Jatim












