Diversifikasi pangan juga menjadi aspek krusial dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Pemerintah perlu mendorong produksi serta distribusi alternatif pangan seperti jagung, sagu, dan ketela agar dapat menjadi pilihan konsumsi yang lebih luas.
Namun, untuk mewujudkan diversifikasi dalam skala besar, jaminan pasar dan kestabilan harga sangat dibutuhkan. Jika petani tidak mendapatkan kepastian dalam pemasaran hasil panennya, mereka cenderung enggan beralih ke komoditas selain beras.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Ketahanan pangan di Indonesia akan bergantung pada kebijakan yang berkesinambungan serta ekosistem pertanian yang mendukung. “Reformasi agraria dan penerapan sistem agroekologi yang berkelanjutan adalah dua faktor utama yang akan menentukan keberhasilan swasembada pangan di masa depan,” tegas Komar.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












