“Kami juga akan melakukan penghijauan kota melalui penambahan ruang hijau di perkotaan dengan penanaman pohon, penyerapan karbon di kawasan industri dan penanaman serta pembangunan di kawasan hutan kota untuk estetika dan peningkatan kualitas udara,” tambahnya.
Vinanda juga menekankan upaya pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui implementasi manajemen sampah terpadu.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Seperti diketahui, saat ini sampah di Kota Kediri dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Per hari, sampah masuk di TPA Klotok mencapai 173 ton.
“Kami akan mengupayakan pengolahan sampah yang terintegrasi melalui implementasi manajemen sampah terpadu dari rumah tangga hingga TPA termasuk pengembangan bank sampah,” tandasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
Tak hanya itu, Gus Qowim menambahkan, mereka juga memiliki program Smart Living. Prorgram ini disiapkan untuk kesejahteraan masyarakat. Di dalamnya ada Dokter Keluarga, Kota Ramah Disabilitas dan Hallo Warga sebagai layanan terpadu warga.
“Seluruh misi dan visi, seluruh program yang kami miliki adalah kesiapan dalam rangka menuju Indonesia Emas. Kediri telah siap mulai sekarang untuk menyongsong Indonesia Emas. Smart Living dan Lingkungan Indah Berkelanjutan adalah program andalan (pasangan) Mapan,” tegas Gus Qowim.(Hamzah)
Baca Juga: Skandal Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan Seret Sang Ketua Menuju Jeruji Besi












