Lebih jauh Murkani menjelaskan, kenaikan taksiran tersebut karena ada peningkatan harga beli. Meski demikian, ia memastikan hewan kurban DPD LDII Nganjuk terbebas dari wabah penyakit. Misalnya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) dan Miatau yang orang awam menyebut Lato-Lato. Karena hewan kurban tersebut telah mendapat vaksin dari dokter hewan yang juga warga LDII.
“Hewan kurban tersebut kami bagikan kepada masyarakat atau kepada yang datang di tempat penyembelihan. Sebagian juga melalui kupon pengambilan daging. Kami lakukan penyembelihan di setiap PAC di seluruh Kabupaten Nganjuk,” tambah Murkani kepada memo.co.id.
Baca Juga: Ngontel Kertosono – Prambanan, Heri Koko dan Doni Jadi Sumber Inspirasi Keluarga Besar KOSTI Nganjuk

Murkani menyebut, pihaknya juga turut menggandeng pihak terkait menyukseskan Idul Adha tahun ini ( 1447 Hijriyah) . Antara lain pemerintah desa, kepolisian melalui Bhabinkamtibmas dan TNI melalui Babinsa di seluruh wilayah PAC masing-masing.
“Sebagai warga yang baik dan selalu patuh pada peraturan, kami sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas arahan dan petunjuk kepada kami,” tandas Murkani.

Baca Juga: Layanan RSD Kertosono Kembali Disorot, Dua Pasien BPJS Jadi Korban Keteledoran Tim Medis
Untuk diketahui, LDII secara intensif senantiasa membimbing Generasi Muda LDII untuk berkurban. Hasilnya, rata-rata di setiap PAC, Generasi Muda DPD LDII Nganjuk bisa berkurban masing-masing seekor kambing. Dan itu dilakukan di 69 PAC LDII di seluruh kab. Nganjuk.
Selain itu, sebagai penanda, Murkani menyerahkan hewan kurban secara simbolis. Yang menerima adalah Suwito selaku takmir masjid Nurhasan beralamatkan di Klurahan Ringinanom Nganjuk.
Acara turut disaksikan pengurus masjid lainnya, PAC Kelurahan Ringinanom, Bhabinkamtibmas, Babinsa maupun perangkat kelurahan setempat. (Adi)












