Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Menggetarkan! Mahasiswa Gaza di Surabaya Terisnpirasi untuk Perdamaian!

Alfi Fida
×

Menggetarkan! Mahasiswa Gaza di Surabaya Terisnpirasi untuk Perdamaian!

Sebarkan artikel ini
Menggetarkan! Mahasiswa Gaza di Surabaya Terisnpirasi untuk Perdamaian!
Menggetarkan! Mahasiswa Gaza di Surabaya Terisnpirasi untuk Perdamaian!

MEMO

Mahasiswa asal Gaza, Palestina, Sondos Jehad Shnewra, yang menempuh pendidikan di Surabaya, berbagi kisahnya tentang trauma perang dan kekhawatirannya atas keluarganya yang terjebak dalam konflik antara Hamas dan Israel. Dia sangat prihatin dengan situasi keluarganya di Gaza, terutama karena akses internet terputus.

Di saat yang sama, teman-temannya di Universitas Muhammadiyah Surabaya berdoa dan melaksanakan salat gaib untuk masyarakat Gaza. Artikel ini mengungkapkan harapan mereka untuk perdamaian di Palestina.

Kisah Mahasiswa Palestina di Indonesia yang Penuh Pengharapan

Seorang mahasiswa asal Gaza, Palestina, yang sedang mengejar pendidikan di Surabaya, sangat khawatir tentang situasi keluarganya di tanah air yang terperangkap di tengah konflik antara Hamas dan Israel.

Sondos Jehad Shnewra, yang sedang mengejar gelar pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surabaya, tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Ia merasa tak berdaya dan hanya bisa berdoa serta melaksanakan salat gaib untuk keselamatan keluarganya.

Shnewra, yang tengah mengejar pendidikan di bidang Pendidikan Agama Islam, menceritakan betapa lama konflik antara Palestina dan Israel telah berlangsung, bahkan ketika ia masih seorang anak.

“Sejak saya kecil, saya telah mengalami trauma. Saya menyaksikan kematian di mana-mana, terutama anak-anak dan perempuan. Keadaannya sangat mengerikan, bahkan sampai saat ini,” ungkap Sandos pada hari Jumat (13/10).

Ketika konflik antara Hamas dan Israel kembali memuncak minggu lalu, kecemasan Shnerwa semakin bertambah. Ia sangat khawatir tentang kondisi orang tuanya yang masih berada di Gaza, terutama karena ia tidak dapat berkomunikasi dengan mereka karena layanan internet terputus.

“Keluarga saya di Gaza, terakhir kali kami berbicara kemarin, semuanya baik-baik saja. Tapi sekarang, kami tidak bisa berhubungan karena internet sudah terputus,” katanya, sambil menitikkan air mata.

“Saya merasa sangat sedih melihat banyak korban dan kejadian mengerikan saat ini. Kami tidak bisa berkomunikasi karena internet tidak berfungsi. Saya sangat berharap negara-negara lain dapat memberikan bantuan. Saya memohon doa dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, teman-teman sekelas Shnewra di Universitas Muhammadiyah Surabaya juga ikut mendoakan dia dan masyarakat Gaza, Palestina, melalui salat gaib dan doa bersama yang diadakan pada hari Jumat (13/10).

Perjuangan Mahasiswa Gaza: Kisah Keharuan di Tengah Konflik Palestina-Israel

Menurut Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya, M. Febriyanto Firman Wijaya, tindakan ini sejalan dengan imbauan dari PP Muhammadiyah agar umat Islam Indonesia menjalankan salat gaib dan mendoakan agar konflik di Palestina segera berakhir, dan agar seluruh dunia dapat hidup dalam kedamaian dan kemakmuran.

“Semoga dalam waktu dekat, perdamaian dan ketertiban dapat terwujud di seluruh dunia, sehingga seluruh penduduk dunia dapat hidup dengan normal dan damai,” kata Riyan.

Riyan juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah-langkah politik dan diplomatik dengan melibatkan pihak-pihak terkait, terutama Israel-Palestina, untuk menghentikan perang dan mencapai perdamaian melalui perundingan.

“Kami juga mengimbau agar Israel tidak memanfaatkan konflik ini untuk terus menerus melakukan aneksasi dan agresi terhadap wilayah dan rakyat Palestina demi tercapainya perdamaian di kawasan yang penuh konflik ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah Indonesia untuk lebih aktif dan intensif dalam upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui PBB, Organisasi Kerjasama Islam, dan jalur-jalur lainnya.

Terakhir, ia mengajak semua pihak di Indonesia untuk menyikapi konflik Israel-Palestina dengan rasional dan bijak, serta tidak terprovokasi oleh informasi provokatif, hoaks, dan disinformasi yang disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu.

“Solusi yang paling tepat bagi Palestina adalah memberikan mereka hak untuk menjadi sebuah negara merdeka dan berdaulat,” tegas Riyan.

Kekhawatiran Mahasiswa Gaza di Surabaya dan Harapan untuk Perdamaian di Palestina

Dalam menghadapi konflik berkepanjangan di Palestina, mahasiswa Gaza seperti Sondos Jehad Shnewra yang berjuang untuk pendidikan di Indonesia merasakan beban emosional yang luar biasa. Mereka menghadapi kekhawatiran yang mendalam atas keselamatan keluarga mereka yang masih berada di Gaza.

Keterputusan akses internet juga menambah ketidakpastian dan isolasi yang dirasakan oleh mereka. Namun, dengan salat gaib dan doa bersama, mereka mencoba memberikan dukungan moral dan menyampaikan pesan perdamaian untuk Palestina. Semoga harapan mereka untuk perdamaian dan kesejahteraan di Palestina dapat terwujud.

 

 

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini