Memo.co.id
Pandemi dengan Budidaya Ikan Cupang . Era pandemi yang penjang, membuat banyak orang melakukan terobosan. Banyak terobosan, namun yang paling kompeten dengan era pandemi adalah begaimana mengais rejeki tambahan dengan tetap berada di dalam rumah.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, KAI Daop 7 Madiun Ada Yang Unik Guna Sapa Pelanggan di Stasiun Madiun
Setidaknya, ini dijalani dan dikerjakan dengan serius oleh Nurul. Bersama suaminya, dia menekuni budidaya ikan cupang. Langkah yang dilakukan Nurul karena belakangan ini banyak masyarakat yang menekuni bisnis ikan cubang. Ada yang memang bisnis ada pula yang sekedar hobi untuk mengisi kekosongan waktu.
Terdapat dua pertimbangan Nurul, untuk memulai bisnisikan cupang. Dia harus melakukan pembesaran atau menyediakan bibit nya. Sebab, bila menyediakan bibit, maka pasar yang disasar adalah para penggemar ikan yang akan membesarkan ikan cupang tersebut. Namun, jika jenis ikan cupang anakan, sasaran pasarnya adalah para pebisnis yang akan membesarkan dan menjual iklan cupang tersebut.
Keyakinan Nurul dan keluarganya adalah, banyak masyarakat yang mendadak memelihara ikan cupang sekedar hobi dan mengisi waktu. Maka dari itu, Nurul memilih market dengajn kategori orang orang yang memenfaatkan waktu selama masa pandemi ini. Suaminya sendiri, memahami bagaimana harus menerjuni bisnis ikan cupang, sehingga membidik pasar sesuai masa saat ini, yaitu pandemi covid 19.
Saat ini Betta Fish menjadi tren di komunitas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Nurul melihat kesempatan ini dan memutuskan untuk mengembangkan bisnis dengan suaminya. Penduduk kota Medan ini bisa mendapatkan omset ratusan ribu hingga jutaan rupiah dari hasil budidaya ikan Bugang.












