Example floating
Example floating
UMKMinspirasi

Mengais Rejeki Saat Pandemi dengan Budidaya Ikan Cupang

A. Daroini
×

Mengais Rejeki Saat Pandemi dengan Budidaya Ikan Cupang

Sebarkan artikel ini

Nurul menjelaskan awal bisnisnya. Awalnya Nurul bersama suaminya memandang ikan hias Betta pada awal 2020, kemudian mempertahankan dua ikan kereta.

“Tetapi karena itu tertarik karena ikan betta memiliki warna dan sirip yang indah, itu membuat saya lebih tertarik mengembangkannya,” kata Nurul, Senin (22/3/2021).

Baca Juga: Peringati Hari Ibu, KAI Daop 7 Madiun Ada Yang Unik Guna Sapa Pelanggan di Stasiun Madiun

Sejak awal pandemi sampai sekarang, bisnis bisnis ikan Betta Nurul telah mendapatkan keuntungan dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk mengembangkan bisnis ini tentu tidak mudah, butuh kesabaran dan perhatian dengan selalu membersihkan akuarium, memberi makan dan vitamin sehingga ikan betta tetap sehat.

Pelanggan bisnis ikan Cupang Nurul biasanya berasal dari Aceh, Jakarta dan Kalimantan. Kata Nurul, rata-rata ikan Cupang yang dijual berkisar dari 50-100 ikan buggy. Harga per ekor dibanderol dengan harga Rp. 100.000 hingga Rp. 3 juta.

Baca Juga: Angkutan Kereta Masih Jadi Idaman Masyarakat, KAI Daop 7 Madiun Catat Ribuan Penumpang Berangkat Selama Nataru 2025/2026

Nurul menambahkan, dia dan suaminya berterima kasih atas pertanian ikan Cupang bisa memberi mereka pendapatan tambahan dan sangat membantu untuk perekonomian mereka