Dalam kunjungan ke salah satu rumah warga bernama Handini di kawasan padat penduduk, Mbak Wali melihat langsung bagaimana kondisi bangunan tersebut sebelumnya sangat rapuh. Selama bertahun-tahun, atap rumahnya mengalami kebocoran parah setiap kali hujan turun, yang tentu saja mengancam keselamatan dan kesehatan para penghuninya.
Melihat kondisi yang mendesak tersebut, pemerintah daerah bergerak taktis. Melalui sinergi erat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Kediri, dikucurkan bantuan dana segar sebesar Rp20 juta yang dialokasikan khusus untuk perbaikan struktur bangunan, mulai dari fondasi, dinding, hingga penggantian rangka atap yang baru.
Wali kota perempuan pertama di wilayah tersebut memaparkan bahwa model kolaborasi seperti ini sangat efektif untuk mempercepat penanganan kedaruratan sosial. Ketika anggaran daerah memiliki keterbatasan ruang regulasi untuk eksekusi cepat, maka dana sosial keagamaan yang dikelola secara akuntabel oleh BAZNAS bisa hadir sebagai jembatan penolong bagi warga.
Mbak Wali juga berpesan kepada keluarga penerima manfaat agar merawat rumah tersebut dengan baik setelah proses renovasi rampung. Ia berharap, rumah yang lebih kokoh dan sehat ini bisa meningkatkan kualitas hidup keluarga, membuat anak-anak bisa belajar dengan nyaman, serta mendatangkan keberkahan bagi penghuninya.
Baca Juga: DKPP Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Jelang Idul Adha











