Syafi’i bersama warga sekitar dan anggota Polsek Lenteng pun menuju lokasi untuk melihat apakah benar itu mayat ibunya yang hilang lebih dari sebulan lalu.
“Saat melihat mayat yang tinggal tengkorak itu, Syafi’i meyakini bahwa itu ibunya dari beberapa ciri. Diantaranya, gelang berwana silver yang dipakai di tangan kiri, kemudian tongkat kayu dari kayu randu yang dipakai setiap hari oleh ibunya. Selain itu, melihat dari bentuk tempurung kepala, Syafi’i yakin bahwa itu ibunya yang hilang sejak 29 April 2022,” papar Widiarti.
Mayat itu pun kemudian dievakuasi keluarganya dan dimakamkan. Keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan otopsi dan tidak akan melakukan penuntutan secara hukum. “Pernyataan keberatan otopsi jenazah itu ditulis dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani keluarga korban,” terang Widiarti












