Example floating
Example floating
Home

Masa Depan Manufaktur Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tren Reshoring Global

Avatar
×

Masa Depan Manufaktur Indonesia: Peluang Besar di Tengah Tren Reshoring Global

Sebarkan artikel ini

MEMO – Manufaktur global telah mengalami perubahan besar selama beberapa dekade terakhir. Pergeseran dari dominasi strategi offshoring menuju reshoring dan kebijakan proteksionisme mencerminkan realitas ekonomi yang terus berkembang serta pengaruh dari kemajuan teknologi dan tekanan sosial-politik.

Indonesia berada di persimpangan penting menghadapi tren ini. Kesempatan besar terbuka, tetapi tantangan signifikan juga mengintai, terutama terkait pasar tenaga kerja, daya saing industri, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Indonesia harus memanfaatkan peluang dengan meningkatkan keunggulannya, sembari mempersiapkan diri menghadapi tantangan era baru.

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Sebelum krisis ekonomi global pada 2008, offshoring atau pemindahan operasi bisnis ke luar negeri menjadi strategi utama perusahaan besar untuk menekan biaya produksi. Negara-negara seperti China, Vietnam, dan Indonesia menjadi pusat manufaktur utama dunia. Indonesia, khususnya, menjadi tujuan penting offshoring di kawasan ASEAN, terutama dalam industri tekstil, elektronik, dan alas kaki.

Pada awal 2000-an, sektor manufaktur Indonesia mencatat pertumbuhan pesat, menyumbang hingga 26 persen dari PDB pada 2001. Namun, kontribusi ini perlahan menurun menjadi 19 persen pada 2022 seiring dengan perubahan struktur ekonomi negara.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb