Example floating
Example floating
Peristiwa

Makam Tuanku Imam Bonjol di Pineleng: Sejarah dan Kehidupan Pahlawan Nasional

Alfi Fida
×

Makam Tuanku Imam Bonjol di Pineleng: Sejarah dan Kehidupan Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini
Makam Tuanku Imam Bonjol di Pineleng: Sejarah dan Kehidupan Pahlawan Nasional

MEMO,Manado:   Makam Tuanku Imam Bonjol di Pineleng, Minahasa, tidak hanya menjadi situs sejarah yang penting, tetapi juga menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan pahlawan nasional ini.

Dari pengasingannya hingga keberadaan keturunannya yang menjaga warisan berharga ini, artikel ini membawa kita melalui jejak-jejak bersejarah dan kehidupan menarik Tuanku Imam Bonjol.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Perjalanan Hidup Tuan Imam Bonjol: Pengasingan hingga Peninggalannya di Pineleng

Tuan Imam Bonjol dikenal sebagai pejuang berani dari Sumatra Barat yang melawan penjajah kolonial.

Penampilannya membuat para penjajah resah, terutama Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin yang lebih dikenal dengan gelar Tuan Imam Bonjol.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Akibat perlawanannya, Tuan Imam Bonjol diasingkan ke beberapa tempat. Akhirnya, beliau meninggal dunia di Pineleng, Minahasa.

Makna Lukisan dan Tapak Kaki: Jejak Tuan Imam Bonjol di Compleks Makam

Sebelumnya, beliau pernah diasingkan ke Cianjur, lalu dibuang ke Manado dan Minahasa pada tahun 1841.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Sang pahlawan hidup di Lotta selama lebih dari 10 tahun sebelum wafat pada tanggal 6 November 1864 di Pineleng.

Makam Tuan Imam Bonjol di Pineleng dibuat menyerupai rumah adat Minangkabau dengan ukuran 20×7,5 meter. Tempat ini menjadi salah satu situs sejarah dan tujuan wisata yang populer.

Makam Tuan Imam Bonjol memiliki nilai sejarah yang tinggi. Saat ini, makamnya dijaga oleh keturunan para pengawal Imam Bonjol yang dulunya menemani beliau selama di pengasingan.

Presiden Indonesia Keempat, Abdurrahman Wahid, dan Presiden Indonesia Kelima, Susilo Bambang Yudhoyono, pernah mengunjungi makam beliau. Di depan makam, terdapat sebuah tempat ibadah yang diberi nama Masjid Imam Bonjol. Akses ke makam Imam Bonjol sangatlah mudah karena hanya berjarak sekitar 16 kilometer dari Manado.

Lokasinya juga hanya sekitar 750 meter dari salah satu sisi jalan utama Manado-Tomohon. Tim liputan RRI pernah melakukan kunjungan ke makam tersebut.

Mereka diterima oleh beberapa keturunan pengawal Imam Bonjol yang dulunya menemani beliau selama di pengasingan. Salah satunya adalah Bapak Nurdin Popa, yang hadir bersama dua saudara perempuannya.

Mereka mengaku sebagai keturunan kelima dari pengawal Tuan Imam Bonjol. Saat berbincang, Nurdin menjelaskan bahwa nama Tuan Imam Bonjol berasal dari kedudukannya sebagai pemuka agama di Bonjol, sebuah kampung di Sumatra Barat.