“Sesudah ini, team akan memperbaiki kerja hasil dan referensi, selanjutnya akan disampaikan ke Presiden di awal Tahun 2023,” papar Mahfud.
Dalam pada itu, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menghargai cara pemerintahan dan Team PPHAM yang sudah bekerja untuk menyelesaikan permasalahan pelanggaran HAM Berat dari lajur non-yudisial.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
“NU tidak ada kekuatiran apapun kembali, apa lagi kejadian tahun 1965 ini sangat jauh, dan yang turut serta tidak ada orangnya, dan ingin diapakan kembali,” ujarnya.
Apa yang sudah dilakukan pemerintahan dengan Team PPHAM ini, lanjut Gus Yahya, perlu dihargai karena ide ini dilaksanakan tidak karena ada tekanan-tekanan politik dari faksi manapun.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
“Karena itu apa yang dikatakan Pak Mahfud barusan yaitu kemauan untuk memberikan korban siapa saja itu tanpa mempermasalahkan apa yang sempat terjadi, itu sebagai stand poin yang sangatlah baik dan harus dihargai,” tegasnya.
Di komunitas yang serupa, Wakil Rais Aam PBNU KH. Anwar Iskandar yakini keputusan dan referensi Team PPHAM yang diisikan oleh beberapa orang berkualitas dan mandiri, pasti melahirkan keputusan yang netral dan kuat.
Baca Juga: Skandal Korupsi Dana Pokir DPRD Magetan Seret Sang Ketua Menuju Jeruji Besi
“Kita tidak ada argumen tidak untuk terima hasil PPHAM ini kelak, dengan catatan tentu saja jika bangsa ini jangan tersandera oleh beberapa kasus masa lampau yang dapat mengakibatkan kita ini terjerat dalam disintegrasi,” tutur Kiai Anwar Iskandar.
Menurutnya, cedera masa lampau memang berat sekali, di mana Tahun 1948 beberapa kiai dihajar di Madiun. Bahkan juga tahun 1965, beberapa rekannya dari Ansor Muncar mati diracun.
“Itu cedera lama. Maka dari itu, tidak boleh ada pilihan kata yang dapat buka cedera lama. Harus ditanggung oleh team PPHAM supaya persatuan dan kredibilitas bangsa, terbentuk sesudah ini semua,” ucapnya.
Ia juga memperjelas kepercayaannya pada figur Mahfud MD dalam memberi jalan keluar untuk permasalahan bangsa.
“Paling akhir kita terima kasih ke Menko Polhukam yang NU ini, yang dari amaliayah, ubudiyah, firkah, harakah, ke-NU-an beliau tidak kita ragukan lagi. Terima kasih Pak Mahfud telah tiba ajak orang luar biasa untuk sebuah jalan keluar untuk permasalahan bangsa,” ujarnya.












