Arief memastikan bahwa ketersediaan gula di pasaran tidak akan terganggu dengan kebijakan tersebut.
“Kami telah memberikan relaksasi harga gula menjadi Rp17.500 per kilogram hingga 31 Mei,” ujar Arief di kantor BAPANAS pada Kamis (18/4).
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Arief juga meyakinkan bahwa pasokan gula akan tetap tersedia di pasaran dan tidak akan menghilang karena adanya kebijakan relaksasi tersebut.
Beberapa minimarket di Jakarta juga melaporkan kelangkaan gula dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Salah satunya terjadi di Indomaret di kawasan Otista, Jakarta Timur. Seorang petugas di Indomaret tersebut, Ardita, mengatakan bahwa kelangkaan tersebut telah terjadi sejak beberapa waktu belakangan.
“Banyak sekali yang menanyakan tentang gula, setiap hari pasti ada satu atau dua orang yang bertanya,” ucapnya pada Jumat (19/4).
Namun sayangnya, barangnya sedang tidak tersedia. Ardita menceritakan bahwa pasokan terakhir gula masuk ke toko tersebut satu minggu sebelum Lebaran lalu, dengan jumlah 2 karung gula.
Harga gula di toko tersebut ditetapkan dengan harga yang sama, yaitu Rp17.500 per kg.
Kelangkaan pasokan bahan pokok tidak hanya terjadi pada gula, tetapi juga pernah terjadi pada beras pada bulan Februari lalu.
Kenaikan Harga Gula: Dampak dan Langkah Penanggulangan dari BAPANAS
Meskipun harga gula mengalami lonjakan yang signifikan, kenaikan tersebut tidak hanya terjadi di toko offline, tetapi juga di platform ritel online. Badan Pangan Nasional (BAPANAS) telah merespons dengan menaikkan harga gula menjadi Rp17.500 per kilogram (kg) hingga Mei mendatang. Meskipun demikian, BAPANAS menjamin ketersediaan pasokan gula dengan kebijakan tersebut.
Kelangkaan gula juga telah terjadi di sejumlah minimarket di Jakarta, menunjukkan adanya dampak yang dirasakan oleh masyarakat akibat kenaikan harga. Namun demikian, kebijakan relaksasi harga yang diberlakukan oleh BAPANAS diyakini dapat membantu menjaga ketersediaan gula di pasaran dan meminimalisir dampak dari lonjakan harga tersebut.












