Example floating
Example floating
Home

Lawan Dominaasi China, M. Lutfi Adu Strategi dengan Luhut, Tarik Investasi dari Amerika

Andika Sifaul Muna
×

Lawan Dominaasi China, M. Lutfi Adu Strategi dengan Luhut, Tarik Investasi dari Amerika

Sebarkan artikel ini
Lawan Dominaasi China, M. Lutfi Adu Strategi dengan Luhut, Tarik Investasi dari Amerika
Lawan Dominaasi China, M. Lutfi Adu Strategi dengan Luhut, Tarik Investasi dari Amerika

Jakarta, Memo

Di tangan Muhammad Luthfi, Menteri Perdagangan yang baru, Kementerian Perdagangan akan meningkatkan hubungan bilateral dengan Amerika. Bahkan, informasi yang beredar, Indonesia akan lebih agresif mengundang Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Joe Bidden, untuk berinvestasi Indonesia. Kabar miring, M Luthfi akan adu strategi dengan Luhut Panjaitan, yang memiliki kecenderungan dan kedekatan dengan pungusaha dari Negara China.

Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup

Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal mengatakan, pengangkatan M. Lutfi yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) ini merupakan strategi Jokowi untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan kerja sama yang lebih signifikan terlebih dengan AS.

Pada periode Januari hingga November, Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD19,69 miliar. Ini bukan karena jatuhnya impor, tapi ekspornya naik,” ujar Fithra dalam IDX Channel Market Review Live di Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Hal ini sangat menjanjikan, terlebih lagi dari segi perjanjian perdagangan, baik bilateral dan multilateral, menurut Fithra sangat luar biasa. “Pada tanggal 15 November tahun ini ditandatangani IA-CEPA dengan Australia yang harusnya sudah mulai jalan, ditambah dengan ditandatanganinya IK-CEPA bulan Desember ini sudah on-track,” ungkapnya.

Fithra menyampaikan, PR bagi Lutfi adalah mendorong investasi dari AS ke Indonesia supaya lebih meningkat. Karena menurutnya, ini sejalan dengan kepemimpinan AS di bawah Presiden Joe Biden. Banyak negara seperti AS, Jepang, yang mulai melebarkan portofolionya, tidak lagi bergantung pada China tetapi melebarkan sayapnya ke negara-negara ASEAN. Terlebih Korea Selatan dengan New Southern Policy (NSP) yang lebih melirik negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Selatan.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

3 Pesan Jokowi Untuk Moh Luthfi