Probolinggo, Memo
Lautan pasir Gunung Bromo, sebagai satu satunya pemandangan terindah di destinasi wisata Gunung Bromo akan ditutup untuk wisatawan. Penutupan lautan pasir tersebut, terkait dengan perayaan Yadnya Kasada, tanggal 15 – 16 Juni 2022. Pengunjung boleh masuk sebatas di Cemoro Lawang saja.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengharap upacara Yadnya Kasada yang tengah dilakukan oleh warga Tengger ini dapat memberi keberkahan untuk kemajuan ekonomi di area Tengger.
“Silahkan pelancong dapat bertandang ke Probolinggo sepanjang Yadnya Kasada. Cuma ada pembatasan sampai di Cemoro Lawang untuk menghargai saudara kita warga Tengger yang Yadnya Kasada,” katanya.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Walau cuma sampai di Cemoro Lawang terang Yulius, pelancong bisa nikmati Seruni Poin, Mentigen atau aktivitas warga Tengger dalam perayaan Yadnya Kasada.
“Sepanjang Yadnya Kasada, lautan pasir dan Pura Mulia Poten dipakai untuk ritual Yadnya Kasada . Maka terbatasi untuk kebutuhan ritual warga Tengger,” jelasnya.
Yulius menambah untuk serangkaian Yadnya Kasada tahun ini akan dilaksanakan penetapan beberapa pejabat dari Forkopimda Propinsi Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Probolinggo sebagai Sesepuh Tengger.
“Sebagai serangkaian dari Yadnya Kasada tahun ini, nanti akan ada even Eksotika Bromo di tanggal 11 dan 12 Juni 2022 di Kaldera Tengger. Silakan dapat tiba untuk melihat Eksotika Bromo dengan masih tetap tidak boleh abai prosedur kesehatan,” ujarnya.












