
Sedangkan untuk pembangunan Musium Marsinah masih kata Marsini bertujuan untuk pusat edukasi publik. Selain untuk mengenal hak hak buruh beserta undang undang perburuhan juga edukasi soal hak asasi manusia.
Baca Juga: Respect Sosial Spirit AWN Peduli Kaum Marginal, Begini Kiprahnya...
” Pembangunan rumah singgah dan musium marsinah bisa dibangun di lahan peninggalan orang tua saya. Gendalanya saat ini masalah dana. Mudah mudahan ada kelompok donatur yang peduli dengan rencana ini,” papar Marsini.

Dari wacana rencana pembangunan Rumah Singgah dan Musium Marsinah yang disampaikan Marsini ternyata mendapat apresiasi dari Ormas GRIB JAYA Nganjuk.
Hal itu seperti disampaikan Ketua DPC GRIB JAYA Nganjuk, H.Jumadi,SP menyatakan sangat setuju. Dengan adanya Musium Marsinah secara tidak langsung bisa mengangkat jati diri daerah.
Baca Juga: Pajak Minerba Beku, PAD Nganjuk Kecolongan Ratusan Juta
” Sudah sepatutnya kalau sebuah daerah memiliki pahlawan nasional maka semestinya pemerintah daerah ikut hadir terlibat dalam rencana besar tersebut,” tegas H.Jumadi.
Mengingat masih kata komandan GRIB , sejak awal GRIB JAYA konsisten mendukung dan mengawal proses pengusulan Marsinah bisa menjadi pahlawan nasional.
” Sebagai wujud penghargaan terhadap Marsinah, sudah semestinya daerah ikut mendukung,” harapnya.
Ditempat yang sama disampaikan Ketua DPC KSBSI Nganjuk, Kelik Widiwahyuno menambahkan akan dikoordinasikan bersama pihak. ” Usulan itu layak diapresiasi,” jelas Kelik. ( Adi)












