NGANJUK, MEMO – Pendistribusian menu makan bergizi gratis ( MBG) di Kabupaten Nganjuk ternyata memang belum merata bisa dinikmati oleh kalangan pelajar, tenaga pendidik serta tenaga kependidikan.
Fakta itu tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Ngronggot saja. Namun di Kecamatan Kertosono ternyata juga masih ada sebagian sekolah hingga saat ini belum pernah menerima droping paket menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) setempat.

Sesuai data yang ada, di wilayah Kecamatan Kertosono masih tersisa ada dua lembaga Sekolah Dasar Negeri ( SDN) yang belum pernah mendapatkan kiriman MBG seperti sejumlah sekolah lainnya di wilayah Kertosono.
Dua lembaga tersebut adalah SDN 1 dan SDN 2 Lambangkuning. Termasuk sekolah PAUD ( KB-TK) Lambangkuning juga mengalami nasib yang sama.

” Jauh hari di sekolah kami memang pernah mendapatkan MBG sebanyak dua kali itupun dari pihak swasta bukan dari pemerintah. Setelah itu berhenti hingga sampai sekarang belum pernah mendapatkan kiriman MBG lagi,” terang Nurin Fatayati Sholekah selaku Kepala Sekolah SDN 2 Lambangkuning.
Ditanya jumlah siswa dan seperti apa harapanya , Nurin Fatayati menjelaskan untuk jumlah siswa di sekolah yang dia pimpin ada 130 siswa. Tentunya dengan latar belakang ekonomi sosial beragam.

” Harapan saya untuk segera ada realisasi kiriman MBG. Karena menu bergizi tersebut sangat dibutuhkan anak anak. Persoalanya tidak seluruh siswa setiap harinya bisa makan telor dan ayam. Sehubungan dengan itu menu MBG sangat dibutuhkan khususnya untuk anak anak kurang mampu,” tandas Nurin Fatayati juga.
Disampaikan juga oleh Nurin Fatayati bahwa upaya keras sekolah agar bisa mendapatkan MBG tidak main main. Salah satunya berupaya menyodorkan data nama nama siswa ke sejumlah SPPG di wilayah Kertosono.
” Namun hasilnya masih nihil. Dari tiga SPPG yang saya datangi seluruhnya koutanya sudah penuh. Hanya satu SPPG yang bisa diharapkan yaitu SPPG Kudu,” imbuhnya.

Hal serupa juga dikatakan Agung Setiyawan salah satu wali murid di SDN 2 Lambangkuning mengaku bahwa disekolah anaknya belum pernah menikmati makan bergizi gratis dari pemerintah.
” Padahal sekolah sekolah terdekat seperti SDN Maduh, Pandantoyo, Banaran ,SDN Nglawak sudah rutin mendapatkan kiriman MBG setiap hari. Kenapa di sekolah kami belum pernah ada,” ucap Agung Setiyawan sedikit kesal saat ditemui wartawan memo.co.id hari ini ( Rabu,21/01/2026).

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 1 Lambangkuning ,Aan Afidana,S.Pd membenarkan jika sebanyak 70 siswa didiknya belum pernah menikmati makan bergizi gratis.
” Kita sudah berusaha koordinasi dengan semua pihak agar bisa mendapatkan MBG seperti sekolah lain tapi faktanya sampai sekarang belum ada realisasi,” tandas Aan Afidana saat diwawancarai di ruang kerjanya hari ini ( Rabu,21/01/2026). ( Adi )
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












