Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa

Korban Pandemi, Jadi Gelandangan, Hidup di Bedak Kosong dan Sakit sakitan, Hingga Mati

A. Daroini
×

Korban Pandemi, Jadi Gelandangan, Hidup di Bedak Kosong dan Sakit sakitan, Hingga Mati

Sebarkan artikel ini
Korban Pandemi, Jadi Gelandangan, Hidup di Bedak Kosong dan Sakit sakitan, Hingga Mati

Blitar, Memo

Pandemi Covid 19 di Kota Blitar membawa korban. Seorang pemuda bernama Maya Sentasari (39) jadi pengangguran. Hidupnya menggelandang dan tidurnya di bedak kosong pasar Templek Kota Blitar. Sejak 3 bulan lalu, pria itu sakit sakitan hingga , kemarin, ajalnya tiba. Dia mati dalam kondisi kelaparan dan sakit sakitan.

Baca Juga: Fenomena Jenazah Warga Demak Hidup Lagi Saat Hendak Dimandikan Gegerkan Jagat Maya

Dinas Sosial di Kota Bitar, selama itu, belm mengambil langkah terhadap gelandangan yang hidup di sebuah bedak kosong di Pasar Templek Kota Blitar. Berita ini, ditulis wartawan Memo Blitar, dengan judul Dinas Sosial kecolongan waga jadi gelandangan tewas Tanpa perawatan

Seorang pria bernama Maya Sentasari (39), warga Perum Kenari Kota Blitar, jadi pengangguran akibat pandemi Covid. Selama enaggura dia jadi gelandangan dan hidup luntang lantung dan sering tidur di bedak kosongPasar Templek Kota Bitar. Pria itu ditemukan mati dalam kondisi sakit sakitan dan kelaparan.

Baca Juga: Dampak Kebakaran Permukiman Padat Kebon Kosong Kemayoran Menghanguskan Ratusan Rumah Warga

Dinas Sosial Kota Bltar, belum melakukan tindakan terhadap warga yang sakit sakitan dan hidup menggelandang di tengah kota Blitar. Hanya sesekali, keluarga melakukan perawatan, ketika mengetahui Maya Sentasari, dilaporkan menggigil kesakitan.

Informasi yang berhasil dihimpun Memo di sekitar lokasi menyebutkan, Maya Sentasari (39), warga Perum Kenari Kota Blitar tidak bekerja (gelandangan), setiap hari tinggal di bedak kosong Pasar Templek Kota Blitar .

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Korban mengalami sakit struk mulai sekitar 3 bulan yang lalu dan mengingat korban tidak mempunyai rumah, maka keseharian tinggal bersama Susanto alias Kicus, Lk, 50 tahun, parkir, alamat sesuai KTP Jl.Bungur Kel.Sukorejo Kota Blitar. Keduanya tinggal di di bedak kosong diarea Pasar Teplek Jl.Kaca Piring Kel.Kepanjenkidul Kota Blitar.

Sekira pukul 03.40 Wib , kemarin, korban masih dalam keadaan hidup dan mengalami muntah-muntah dan sempat ditolong oleh Susanto alias Kicus. Setelah dibersihkan kotoran muntah-muntah, juru parkir itu selanjutnya menjalani aktifitas sebagai juru parkir di area pasar templek.

Sekembali dari parkir sekitar pukul 06.00 Wib didapati korban sudah tidak bergerak ketika dibangunkan. Mengetahui korban sudah tidak bergerak, selanjutnya Susanto alias Kicus mengubungi Angga Senda Maulana (38), wiraswasta, alamat Rusunawa TB 1 lantai 4 No.12 Kel.Turi Kota Blitar. Angga Senda Maulana adalah adik kandung korban.